Bidik Kawasan Timur, 2014 Nissan Datsun Siap Mengaspal

Ramaikan Pasar Mobil Murah

Sabtu, 29 Desember 2012, 08:09 WIB
Bidik Kawasan Timur, 2014 Nissan Datsun Siap Mengaspal
ilustrasi, Nissan Datsun
rmol news logo .Meski belum ada kepastian kapan insentif diberikan, Nissan Motor Indonesia (NMI) akan meluncurkan mobil murah Nissan Datsun. Mobil ini siap mengaspal di Indonesia pada 2014.  Pabrikan asal Jepang ini juga berencana melakukan ekspansi ke wilayah timur Indonesia.

Kendaraan besutan Nissan ini siap saingi kendaraan Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Tata Nano di pasar mobil nasional.

Menurut Vice President Di­rector PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan, saat ini Datsun sedang dalam pengem­bangan baik model maupun yang lain. Ia memastikan kendaraan murah dan ramah lingkungan ini siap mengaspal di 2014.

“Indonesia akan menjadi ne­gara yang potensial untuk pasar Datsun pada 2014,” kata Teddy Irawan saat dikontak Rakyat Mer­deka, kemarin.

Teddy mengatakan, Datsun di­tempatkan di segmen kenda­ra­an Low Cost Green Car (LCGC) yang diusung pemerin­tah. Pihak Nissan Motor Com­pany (NMC) juga menyatakan hal serupa pada Maret lalu, ke­tika datang ke Indonesia.

“Mobil ini bisa mewakili Nis­san di segmen LCGC. Kita lihat nanti, yang pasti 2014 Datsun siap menggebrak pasar mobil murah nasional,” pede Teddy.

Nissan Datsun memang diper­kenalkan untuk negara-negara berkembang yang pertumbuhan ekonominya meningkat.  Selain Indonesia, Datsun juga akan di­rilis di Rusia dan India secara ber­samaan pada 2014.

Presiden Direktur NMI Kin­taro Izumida mengatakan, mobil ini akan dibanderol di bawah harga Rp 100 juta dengan spe­si­fikasi tinggi.

“Meski harganya ter­jang­kau, tapi ini bukan mobil mu­rah­an karena Nissan mem­be­ri­kan spe­sifikasi tinggi didalamnya dan  bisa menambah market roda empat di Tanah Air,” katanya.

Menurut dia, ekspansi pasar ke Indonesia bagian timur juga me­rupakan salah satu strategi in­vestasinya. Izumida melihat, pasar kendaraan roda empat di Indonesia bagian timur masih terbuka lebar, tinggal produk yang ada disesuaikan dengan kondisi setempat.

Rencana ekspansi pasar ini, menurut dia, akan dijalankan dua tahun mendatang. Saat ini pihak­nya sedang melakukan survei pasar. “Yang pasti Indo­nesia me­rupakan konsumen ter­besar Nis­san, sehingga kami me­nem­patkan negara ini sebagai prio­ritas,” ujar Izumida.

Pengamat otomotif Suhari Sar­go menyatakan, kehadiran mobil murah tergantung adanya pem­berian  insentif fiskal dari peme­rintah. “Agen Pemegang Merek (APM) pastinya berha­rap agar insentif pajak bagi produk mobil LCGC sudah bisa cepat keluar. Pasalnya,  jika regulasi keluar, ma­ka harga pro­duk LCGC bisa dijual lebih mu­rah,” ungkap Suhari. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA