Padahal Timnas Garuda yang diasuh Hector Souto, sempat menahan Iran dengan skor 5-5 di waktu normal.
Pertandingan dimulai dengan kejutan saat Iran mencetak gol cepat lewat H. Tayebi. Namun, Indonesia merespons dengan mentalitas baja. Reza Gunawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan kesalahan kiper lawan, disusul Israr yang membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat umpan Habibie.
Indonesia bahkan sempat menjauh 3-1 lewat gol kedua Israr melalui skema serangan balik cepat. Namun, drama terjadi jelang turun minum.
Habibie yang sempat menjadi pahlawan dengan menepis penalti Iran, melakukan kesalahan yang berujung gol tendangan bebas M. Karimi. Skor 3-2 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Iran menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Samuel Eko sempat menghidupkan asa juara lewat golnya di menit ke-24 yang membawa Indonesia kembali unggul 4-3.
Iran yang menerapkan strategi
power play, berhasil membongkar pertahanan rapat Indonesia, dan mengubah skor menjadi 4-4.
Puncak ketegangan terjadi di babak perpanjangan waktu. Israr tampil fenomenal dengan mencetak gol ketiganya alias hattrick di dua menit terakhir babak tambahan kedua, mengubah skor menjadi 5-4. Gelar juara seakan sudah di depan mata.
Sayangnya, hanya beberapa detik berselang, Iran kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 usai memanfaatkan kelengahan transisi pemain Indonesia yang masih dalam euforia.
Laga pun harus ditentukan lewat babak adu penalti. Di fase tos-tosan ini, keberuntungan belum berpihak pada Timnas Indonesia. Kekalahan ini memastikan Iran kembali bertahta sebagai juara Asia.
Meski begitu, label runner-up Piala Asia Futsal 2026 tetap menjadi pencapaian prestisius dan membanggakan bagi futsal Indonesia.
BERITA TERKAIT: