Liliyana Pensiun Tahun Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 23 Januari 2018, 08:07 WIB
Liliyana Pensiun Tahun Depan
Liliyana Natsir/Net
rmol news logo Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir menargetkan juara di Asian Games 2018.

Kontraknya habis Februari 2019 dan Liliyana berniat pensiun, maka kemungkinan besar tahun ini akan menjadi Asian Games terakhir baginya.

Pada tahun ini, Butet memiliki beberapa target untuk meraih gelar juara.Yakni  membidik gelar juara di Indonesia Master, Indonesia Open, dan Asian Games 2018. Tapi setelah itu ia tidak memiliki rencana untuk kembali berkompetisi.

"Saya mungkin akan ngejalanin bisnis yang udah ada. Selanjutnya gak tahu, mungkin ikut liga-liga," ujar Liliyana usai jumpa pers Daihatsu Indonesia Master 2018 di Jakarta.

Di Daihatsu Indonesia Master 2018, Liliyana mengaku sudah siap tempur.Termasuk pasangannya Tantowi. "Tantowi  baru saja disubukkan dengan kelahiran putra keduanya tapi tidak menjadi halangan kami berusaha memberikan yang terbaik apalagi ini tuan rumah, tahun lalu kami nunjukin di level yang lebih tinggi, kami bisa juara (di Indonesia Open) kami juga ingin juara tahun ini," kata Liliyana.

Di satu sisi perempuan yang biasa dipanggil Butet tersebut mengakui tahun ini banyak tantangan yang akan dihadapinya. Terutama banyak pemain-pemain muda yang saat ini semakin berkembang.

"Banyak pemain muda muncul dan menjadi saingan.Tapi step by step.Mudah- mudahan berjalan mulus," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Indonesia Masters 2018 Achmad Budiarto mengatakan penggunaan Istora Senayan menunggu diresmikan terlebih dahulu.   
Indonesia Masters menjadi ajang pertama yang menggunakan Istora setelah direnovasi.

"Istora ini belum diresmikan secara resmi .Masih menunggu yang meresmikan mungkin  RI 1 atau RI 2 atau menteri PUPR," kata Achmad, Senin (22/1).

Saat ini, menurut dia, mengatakan proses renovasi sudah hampir selesai. Satu hari sebelum Indonesia Masters dimulai, masih ada beberapa hal yang dikerjakan di antaranya pencahayaan dan lantai.

"Untuk AC juga sudah kami atur untuk meminimalkan efek ke lapangan," kata pria yang menjabat sebagai sekretaris jenderal PBSI tersebut.

Lantai lapangan yang sempat dikeluhkan pun sudah selesai. Kayu dan karpetnya juga sudah dipasang. Beberapa keluhan yang terjadi di Indonesia Open yang digelar di JCC sudah diperbaiki. Tinggal pencahayaan yang masih diatur. Meski dengan 1400 watt lampu pun tidak terasa panas.

"Standarnya memang 1400 dari BWF," kata Achmad.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA