"Saya yakin Pak Trimedya mampu mengemban amanah dari stakeholders gulat nasional, terutama untuk lebih mempopulerkan olahraga ini," kata Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa, Sabtu (2/12).
Menurut Steven, kepengurusan PP PGSI 2018-2022 harus diisi oleh figur-figur yang tidak hanya mau dan mampu menyediakan waktu, akan tetapi juga memiliki akses atau jaringan yang luas, baik dengan pemerintah atau dunia usaha. Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR, kemampuan lobi dari Trimedya tidak perlu diragukan lagi.
"Ini sejalan dengan keinginan atau tuntutan dari komunitas gulat nasional untuk menjadikan gulat sebagai industri, dan karenanya kita semua harus satu visi," papar Steven, yang lama berkecimpung sebagai wartawan olahraga sebelum menjadi anggota DPRD DKI Jakarta saat ini.
Trimedya disebut-sebut sebagai satu-satunya tokoh yang layak memangku jabatan sebagai Ketua Umum PP PGSI 2018-2022, yang akan dipilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) 10-11 Desember mendatang di Jakarta. Oleh karena itu sangat mungkin Trimedya ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum oleh perwakilan dari 22 Pengprov PGSI yang memiliki hak suara di Munas.
"Jika memang floor menghendaki, saya kira itu bisa saja dilakukan, terpenting tidak melanggar ketentuan," jelas Steven.
Pengprov PGSI DKI Jaya, demikian Steven, juga mendukung penuh segala upaya ke arah perbaikan dan penyempurnaan organisasi gulat nasional, termasuk dalam hal lebih banyak menempatkan orang-orang muda dalam kepengurusan, sejauh mereka mampu serta siap bekerjasama dan memberikan waktunya.
Sekjen PP PGSI Washington Sigalingging menambahkan jika hingga saat ini baru Trimedya yang menyatakan kesediaannya memimpin organisasi cabor yang kurang populer ini. Dia mengingatkan bahwa Trimedya sebelumnya pernah berkiprah di PP PGSI, yakni di masa kepemimpinan almarhum Roy BB Janis.
"Jadi Pak Trimedya sebenarnya bukan orang baru di gulat. Justru karena kecintaannya kepada olahraga ini beliau bersedia memimpin PP PGSI, sementara dari apa yang saya dengar justru teman-temannya di parlemen banyak yang mengolok-oloknya, kenapa harus memimpin cabor yang tidak populer? Apalagi yang mendorong Pak Trimedya bersedia membina gulat kalau bukan karena kecintaannnya tersebut?" kata Washington.
[rus]