Edy Rahmayadi mengatakan kegagalan di SEA Games tahun ini bukan salah dari pria Spanyol tersebut. Kegagalan itu, menurut Edy Rahmayadi, karena ada persoalan non-teknis.
"Saya pikir ini bukan salah Luis Milla. Ini adalah salah karakter tim, yang harus dibeÂnahi. Evaluasi memang harus ada, tapi dari segi permainan sudah luar biasa," kata Edy Rahmayadi.
Kesalahan karakter yang disÂebutkan Edy Rahmayadi itu mengacu kepada tingkat emoÂsional para pemain timnas U-22. Banyak kejadian tidak perlu dilakukan para pemain, hingga berujung kartu kuning atau kartu merah.
Akibatnya dalam pertandingan semifinal melawan Malaysia, ada 3 pemain pilar timnas U-22 yang tidak bisa bermain karÂena skors kartu. Mereka adalah Hansamu Yama, M. Hargianto, dan Marinus Wanewar.
"Bayangkan lawan Malaysia, 3 pemain tidak bisa main. Sebelumnya lawan Vietnam, Evan Dimas tidak bisa main. Padahal itu bahaya sekali, pertandingan yang menentuÂkan, sampai di laga berikutnya juga ada kartu merah," tutur Edy Rahmayadi.
"Kelakuan seperti itu memÂbahayakan tim. Ini yang perlu dievaluasi. Kalau kita lihat Lionel Messi, dia main ditenÂdang sama lawan berapa kali? Tapi tetap tenang, senyum," Edy Rahmayadi, melanjutkan.
Oleh karena itu Edy Rahmayadi mengatakan Luis Milla masih aman untuk menjadi pelatih timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu punya kontrak 2 tahun sejak Februari 2017, dengan target medali emas SEA Games 2017 dan empat besar Asian Games 2018.
"Kalau coach Luis Milla ini lihat nanti, tahun depan juga masih ada Asian Games. Dia sudah bagus dalam melatih pemain Indonesia. Kami berharap Luis Milla masih mau melatih di Indonesia," tutur Edy Rahmayadi.
Gelandang timnas U-22, Evan Dimas, menyampaikan perÂmintaan maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dari Malaysia di semifinal SEA Games 2017. Kekalahan itu sekaligus menutup peluang meraih target medali emas.
Evan Dimas menyatakan ia dan rekan-rekannya sudah berÂjuang maksimal. Tapi dalam sepak bola selalu ada menang dan kalah.
"Pastinya saya sebagai kapten dalam pertandingan melawan Malaysia, mewakili teman-teman lainnya, memohon maaf atas kegagalan maju ke babak final dan berkesempatan mereÂbut medali emas," kata Evan Dimas.
Ucapan terima kasih juga diÂlontarkan pemain Bhayangkara FC itu. Pernyataan itu sebagai jawaban atas dukungan maksiÂmal dari masyarakat Indonesia yang telah memberi dukungan maksimal, baik di stadion mauÂpun bentuk dukungan lainnya.
"Saya juga berterima kasih kepada suporter Indonesia atas dukungannya selama bermain di SEA Games. Kami sudah beruÂsaha mati-matian, tapi memang hasilnya tidak berpihak kepada kami," tutur Evan Dimas.
Indonesia masih berpeluÂang merebut medali perunggu. Syaratnya Evan Dimas dan kawan-kawan mengalahkan Myanmar dalam perebutan peringkat ketiga di Stadion Selayang, Selangor, Selasa 29 Agustus 2017 sore. ***
BERITA TERKAIT: