Tiga hakim yang memimpin pertandingan, semua 117-111, 116-112, dan 116-112. Broner yang sebenarnya lebih kondang, tak berkutik lantaran tak kreatif dalam melakukan serangan.
Performanya tidak sebanding dengan Garcia yang melepaskan 783 pukukan, 244 di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Broner cuma melayangkan 400 pukuÂlan dan hanya 125 saja yang berhasil.
Garcia rata-rata mencatat 98 pukulan per ronde. Sementara Broner tertinggal jauh hanya 44 pukulan di setiap ronde. Tak heran jika petinju kelahiran Oxnard, California, itu menang dengan angka mutlak.
Kemenangan ini memperÂpanjang rentetan rekor tak terkalahkan Garcia di kancah tinju profesional. Garcia berhasil mencatatkan 37 kemenangan, 30 di antaranya berstatus menang KO. Sedang Broner menjadi 33 menang, 24 diantaranya dengan KO dan tiga kali kalah.
"Perandingan ini salah satu penampilan saya yang terbaik. Saya pegang kendali sejak awal. Saya tahu Broner petinju tangÂguh, tapi kali ini saya yang lebih tangguh darinya," kata petinju bernama lengkap Miguel Angel Garcia Cortez itu.
Garcia menganggap, kemeÂnangan ini sekaligus mendongÂkrak popularitasnya di olahraga yang pernah digeluti Mike Tyson ini. "Usai kandaskan Broner, bisa membantu karir dan popuÂlaritas saya. Saya berpikir ke depan akan membuka pintu unÂtuk duel yang lebih besar," ujar Garcia kepada
Sky Sports itu.
Tak ayal, jika dirinya sesumbar hanya butuh beberapa pertandingan lagi agar diplot sebagai petinju
pound for pound terbaik. "Saya hanya beberapa pertarungan lagi untuk dikenali sebagai salah satu petinju
pound-for-pound terbaik. Ini adalah langkah besar untuk melakukan itu," lanjut petinju kelahiran 15 Desember 1987. ***
BERITA TERKAIT: