ECU merupakan komponen paling penting dalam meÂnentukan kecepatan sebuah tunggangan para pebalap. Namun, setelah dilakukan uji coba kemarin, ternyata dua pebalap yang pekan-pekan lalu berseteru kini kompak memÂprotes keras. Valentino Rossi dan Marc Marquez menyataÂkan tidak setuju dengan sistem baru yang akan diterapkan Dorna di MotoGP 2016.
Rider berjuluk
The Doctor itu bahkan menyebut ECU baru ini sebagai sebuah langÂkah mundur. Dia mengaku motornya tak jadi lebih enak ditunggangi.
"Bagi saya pribadi tidak lebih menyenangkan, karena pada akhirnya semakin tinggi level motor maka semakin baik untuk saya," kata Rossi dikutip
Crash, kemarin.
Sedangkan, bagi
The Baby Alien julukan bagi Marquez, penggunaan ECU dinilainya akan menghabiskan banyak waktu dalam persiapan MotoGP selanjutnya. "Kami memulai pada 2015 saat menggunakan perangkat lunak baru, itu adalah di mana kami menghabiskan banyak waktu. Kini sepertinya kita hanya melangkah mundur," ungkap Marquez.
Sebenarnya, polemik ECU di MotoGP sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Tim-tim besar seperti Yamaha dan Honda puÂnya keuntungan jika sistem ini diterapkan, karena bisa menÂjadi alas an mendapatkan dana besar. Sebab, membuat ECU perlu modal jumbo. Namun, bagi tim kecil yang dananya terbatas, pasti akan mengalami kesulitan.
Selain itu, penyelenggaÂran MotoGP 2016 juga terÂjadi pergantian penyedia ban dari Bridgestone ke Michelin. Perubahan tersebut menjadi masalah serius juga untuk sejumlah rider top MotoGP seperti Jorge Lorenzo, Rossi, dan Marquez. ***
BERITA TERKAIT: