Padahal rider berjuluk
The Doctor sempat yakin setidaknya bisa finis di posisi atas atau naik podium saat mentas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada akhir pekan lalu. "Saya sedih. Kesempatan besar telah lenyap dan saya tidak layak mendapÂatkan ini," sesal Rossi dikutip
Motorsport, kemarin.
Rider kebangsaan Italia itu mengaku kecewa setelah mengeÂtahui Marc Marquez dan Dani Pedrosa sengaja memberi keÂmudahan kepada Jorge Lorenzo menjadi juara dunia MotoGP musim ini. Rossi pun menjelaskan bagaimana konspirasi duo Repsol Honda itu membantu Lorenzo di Grand Prix Valencia, kemarin.
"Bila Anda cek gaya balapan Marquez dalam dua tahun teraÂkhir, pasti akan tahu dia selalu coba menyalip dan mendekat di akhir lap. Ini menjadi pertanÂyaan, mengapa Marc Marquez tidak pernah menyalip Lorenzo dan tak pernah mengambil kesÂempatannya," beber Rossi dikuÂtip
Crash, kemarin.
"Situasi jadi makin memaluÂkan untuk Pedrosa yang mana dia sangat cepat dan bisa meÂmangkas ketertinggalan dua detik. Itu artinya Jorge dan Marquez hanya menunggu," imbuhnya.
Tak hanya rossi yang kecewa, penggemar setia VR46 pun juga menelan kekecewaan setelah idola mereka gagal merebut geÂlar juara dunia MotoGP musim ini. Kantor berita Riminitoday melaporkan, sebanyak 15 ribu pendukung Rossi mengamuk menggelar nonton bareng nobar di alun-alun kota Tavullia, Italia, dan menuduh para pebalap Spanyol melakukan konspirasi dengan melanggengkan perÂjalanan Jorge Lorenzo menuju tahta juara. Namun, Pedrosa dan Marquez membantah tuduÂhan tersebut. "Mereka tahu apa yang saya dapatkan saat balaÂpan. Faktanya, karena mereka (Lorenzo dan Marquez) adalah orang Spanyol sama seperti saya. Itu membantu saya karena di saat balapan mereka mencoba saling menyalip, namun tak terÂjadi saat ini. Jika Valentino ada di posisi saya dan pebalap Italia berada di belakangnya, mereka akan melakukan hal yang sama," ucap Pedrosa.
Marquez pun menyatakan peÂnolakan yang sama. "Saya pikir saya dan Dani telah menekan Lorenzo 100 persen. Namun, kita tahu dalam suhu panas kami memiliki masalah dengan ban depan.Saya melihat kemungkiÂnan meraih kemenangan. Tapi saat Dani menyalip saya, kami kehilangan setengah detik dan tak mungkin menyalip lagi Lorenzo," tutur Marquez.
Sedangkan sang juara motoGP 2015, Lorenzo menyatakan balaÂpan pekan kemarin adalah salah satu yang tersulit dalam kariernya. Meski terus berada di posisi terdeÂpan sejak memulai balapan, rider berjuluk
X-Fuera itu mengaku harus berhati-hati dan beradaptasi dengan ban baru.
"Ini adalah salah satu balapan tersulit karena tensinya sangat tinggi sejak putaran pertama. Tapi saya tidak memikirkan apa pun selain membalap dan memberikan yang maksimal," ujar Lorenzo.
Di klasemen akhir MotoGP 2015 ini, Lorenzo selaku kamÂpiun berhasil meraup lima poin lebih banyak dibanding Rossi yang hanya sanggup meraih 325 poin. ***
BERITA TERKAIT: