Fans Rossi Sesalkan Konspirasi Duo Spanyol

Gagal Juarai Motogp 2015

Selasa, 10 November 2015, 09:52 WIB
Fans Rossi Sesalkan Konspirasi Duo Spanyol
ilustrasi/net
rmol news logo Valentino Rossi tengah dirund­ung sedih. Pebalap andalan tim Movistar Yamaha itu masih belum terima kegagalannya meraih gelar juara MotoGP 2015.

Padahal rider berjuluk The Doctor sempat yakin setidaknya bisa finis di posisi atas atau naik podium saat mentas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada akhir pekan lalu. "Saya sedih. Kesempatan besar telah lenyap dan saya tidak layak mendap­atkan ini," sesal Rossi dikutip Motorsport, kemarin.

Rider kebangsaan Italia itu mengaku kecewa setelah menge­tahui Marc Marquez dan Dani Pedrosa sengaja memberi ke­mudahan kepada Jorge Lorenzo menjadi juara dunia MotoGP musim ini. Rossi pun menjelaskan bagaimana konspirasi duo Repsol Honda itu membantu Lorenzo di Grand Prix Valencia, kemarin.

"Bila Anda cek gaya balapan Marquez dalam dua tahun tera­khir, pasti akan tahu dia selalu coba menyalip dan mendekat di akhir lap. Ini menjadi pertan­yaan, mengapa Marc Marquez tidak pernah menyalip Lorenzo dan tak pernah mengambil kes­empatannya," beber Rossi diku­tip Crash, kemarin.

"Situasi jadi makin memalu­kan untuk Pedrosa yang mana dia sangat cepat dan bisa me­mangkas ketertinggalan dua detik. Itu artinya Jorge dan Marquez hanya menunggu," imbuhnya.

Tak hanya rossi yang kecewa, penggemar setia VR46 pun juga menelan kekecewaan setelah idola mereka gagal merebut ge­lar juara dunia MotoGP musim ini. Kantor berita Riminitoday melaporkan, sebanyak 15 ribu pendukung Rossi mengamuk menggelar nonton bareng nobar di alun-alun kota Tavullia, Italia, dan menuduh para pebalap Spanyol melakukan konspirasi dengan melanggengkan per­jalanan Jorge Lorenzo menuju tahta juara. Namun, Pedrosa dan Marquez membantah tudu­han tersebut. "Mereka tahu apa yang saya dapatkan saat bala­pan. Faktanya, karena mereka (Lorenzo dan Marquez) adalah orang Spanyol sama seperti saya. Itu membantu saya karena di saat balapan mereka mencoba saling menyalip, namun tak ter­jadi saat ini. Jika Valentino ada di posisi saya dan pebalap Italia berada di belakangnya, mereka akan melakukan hal yang sama," ucap Pedrosa.

Marquez pun menyatakan pe­nolakan yang sama. "Saya pikir saya dan Dani telah menekan Lorenzo 100 persen. Namun, kita tahu dalam suhu panas kami memiliki masalah dengan ban depan.Saya melihat kemungki­nan meraih kemenangan. Tapi saat Dani menyalip saya, kami kehilangan setengah detik dan tak mungkin menyalip lagi Lorenzo," tutur Marquez.

Sedangkan sang juara motoGP 2015, Lorenzo menyatakan bala­pan pekan kemarin adalah salah satu yang tersulit dalam kariernya. Meski terus berada di posisi terde­pan sejak memulai balapan, rider berjuluk X-Fuera itu mengaku harus berhati-hati dan beradaptasi dengan ban baru.

"Ini adalah salah satu balapan tersulit karena tensinya sangat tinggi sejak putaran pertama. Tapi saya tidak memikirkan apa pun selain membalap dan memberikan yang maksimal," ujar Lorenzo.

Di klasemen akhir MotoGP 2015 ini, Lorenzo selaku kam­piun berhasil meraup lima poin lebih banyak dibanding Rossi yang hanya sanggup meraih 325 poin. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA