Petenis asal Swiss itu mengaku kekalahannya kali ini disebabkan dia sudah tidak punya konsistensi seperti dulu lagi.
Federer yang terakhir kali meraih gelar grand slam pada Wimbledon 2012, disebut-sebut memang sudah kehilangan tajinya sebagai petenis papan atas dunia.
Petenis berusia 32 tahun tersebut kerap gagal setiap melakoni turnamen yang diikutinya pada tahun ini. Hanya sekali saja dia meraih gelar yaitu pada Gerry Weber Open.
“Konsistensi saya benar-benar tak ada. Kemampuan yang saya miliki tiap hari, set-by-set basis atau point-by-point basis benar-benar semakin sulit bagi saya,†ujar Federer, dikutip
SuperSport, kemarin.
Pada laga yang berlangsung di lapangan utama, Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, AS ini, Robredo tampil meyakinkan dengan menang tiga set langsung 6-3, 6-4, dan 7-6. Namun, bagi Fed-ex menganggap penampilan inkonsistennya berkontribusi bagi kemenangan Robredo. “Saya menghancurkan diri sendiri. Sangat mengecewakan, ini adalah performa terburuk.â€
Sementara itu Rafael Nadal yang merupakan saingan utama Federer justru memuji penampilan kompatriotnya.
Nadal senang dengan kemenangan Robredo dan menyebut dia bermain sangat bagus. Dengan hasil itu Nadal nantinya akan bertemu dengan Robredo di perempatfinal.
“Dia memiliki keadaan yang mirip dengan saya setelah cedera yang berat. Saya senang melihat dia kembali pada tur. Dia memiliki karir luar biasa, mampu bermain turnamen besar. Menang melawan Roger di AS Terbuka itu menakjubkan.â€
Di nomor putri, Italia sudah memastikan satu petenisnya memijak di babak semifinal. Flavia Penneta akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Roberta Vinci di perempat final. Pennetta, yang menempati peringkat 83 dunia, lolos usai menumbangkan Simona Halep dua set langsung 6-2, dan 7-6.
Sementara Vinci menapak perempatfinal, berkat kemenangan atas pesaing senegaranya, Camila Giorgi, 6-4, 6-2. Sebelum ditumbangkan Vinci, Giorgi sempat memberikan kejutan besar, dengan memulangkan petenis nomor delapan dunia, Caroline Wozniacki di babak ketiga.
Meski menang, Vinci juga menyanjung kemampuan Giorgi yang masih berusia 21 tahun. “Camila bermain datar tapi saya melakukan servis dengan benar-benar bagus dan memenangkan banyak poin seperti itu. Camila adalah pemain hebat dan nothing to lose. Dia adalah salah satu pemain masa depan.†[Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: