Paris seolah tidak peduli dengan kasus yang menimpa Lokasari. Alasannya adalah persoalan Lokasari adalah persoalan Badan Pengelola (BP) THR Lokasari.
"Itu kan ada pengelolanya. Lebih baik tanya ke pengelolanya saja," ujarnya saat ditemui wartawan usai acara Lebaran Betawi di Monas (Sabtu, 31/8).
Terkait ide Pemprov DKI untuk mengubah lahan kosong menjadi rusun untuk ditempati warga kurang mampu, menurut Paris itu hanya sekadar statemen yang dikeluarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta. Belum tentu dan pasti kapan akan dilaksanakan.
"Itu kan masih statemen saja," jawabnya cuek.
Dan hingga saat ini Paris mengaku belum pernah melakukan koordinasi apapun dengan pihak pengelola Lokasari. Walau sudah mendengar ada isu Pemprov DKI akan ambil alih aset Lokasari, namun Paris juga tak urung berniat untuk mengecek langsung kondisi Lokasari.
"Saya juga belum cek langsung di bawah seperti apa," acuhnya.
Mengenai bisnis prostitusi yang ada di Lokasari, Paris pun mengakui tidak tahu sama sekali. Dan dia mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan BP Lokasari dan warga di lingkungannya sendiri.
"Saya nggak tau itu. Saya belum komunikasi dengan pengelolanya," jelasnya singkat.
[ian]