"Makanya sebelum Lebaran kita sudah prediksi naik. Jadi tidak kaget lagi kalau memang benar naik berdasarkan data Dukcapil DKI," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).
Untuk itu, Ahok, demikian sapaan akrab Basuki mengatakan, pihaknya akan mendata pendatang baru yang memiliki gaji di bawah standar Kebutuhan hidup Layak (KHL) Jakarta melalui operasi bina kependudukan (binduk). Jika ada pendatang baru yang memiliki gaji di bawah KHL akan dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Sistem ini bertujuan untuk menekan jumlah pendatang ke Jakarta.
"Ya seperti saya bilang tadi, kalau penghasilannya di atas KHL, oke. Tapi kalau di bawah KHL yang dirazia. Mereka akan dibalikin ke daerah asalnya," jelas Ahok.
Tujuan lain dari operasi binduk ini juga untuk menertibkan Jakarta dari kawasan kumuh. Penataan pemukiman kumuh akan dimulai dengan penertiban pendatang yang berpenghasilan di bawah KHL.
"Makanya kita lagi kaji. Pak Gubernur di Rapim minta dihitung betul kawasan kumuh ada berapa, yang menyewa rumah ada berapa. Kalau memang butuh 500 blok yang ada 50 ribu unit rusun, Pak Gubernur berani bangun," beber Basuki.
[wid]
BACA JUGA: