Bedanya kali ini Jokowi menegur Kukuh karena mendapat laporan adanya tindak kekerasan petugas Satpol PP terhadap warga Waduk Pluit saat dilakukan penggusuran Kamis pekan lalu. Warga korban penggusuran merasa tidak diperlakukan secara manusiawi. Barang-barang mereka dirusak petugas, bahkan ada yang dipukuli.
Tidak terima, seperti diberitakan, warga pagi tadi lalu mengadukan perlakukan kasar petugas Satpol PP tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Jokowi menegaskan, dirinya dalam setiap kesempatan telah menekankan kepada Satpol PP dan aparat agar mengedepankan sikap persuasif jika berhadapan dengan warga. Sikap persuasif ini bukan hanya penertiban di Waduk Pluit, tapi juga diterapkan di kawasan lain seperti Pasar Minggu dan Waduk Ria Rio.
"Kalau di lapangannya saya tidak tungguin, mungkin di lapangan ada gesekan, mungkin saja terjadi. Saya baru dengar ini, besok saya panggil Kepala Satpol PP," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).
Kendati begitu, ia kembali ingatkan kepada warga agar patuh hukum. Kawasan waduk Pluit tidak diperkenankan sebagai lokasi bermukim dan warga seharusnya memahami tujuan penertiban tersebut. Apalagi Pemprov telah memberikan solusi dengan menyediakan rusunawa yang lokasinya tak jauh dari waduk, yakni di Muara Baru.
Jokowi pun meminta warga agar bersabar karena saat ini rusunawa Muara Baru tengah dalam proses pembangunan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, semua warga Waduk Pluit sudah bersedia direlokasi ke rusunawa. Malahan ia beranggapan tidak ada masalah lagi di Waduk Pluit.
"Kalau yang kita sampaikan, ya semuanya diberi solusi. Laporan yang masuk ke saya sudah mau semuanya," ucapnya.
[wid]