"Kita ini baru pada tahapan akan berbicara dengan masyarakat. Tetapi pelan-pelan dibicarakan," ujar Jokowi, demikian sapaan akrab Joko Widodo di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).
Jokowi mengaku pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ingin membongkar pemukiman liar itu dalam akhir bulan (Agustus) ini terlalu terburu-buru. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kendala baru. Padahal saat ini tahapan diskusi tengah diupayakan oleh Pemprov DKI terhadap warga yang tinggal di sepanjang area waduk tersebut.
"Jangan sampai tahapan kita terkendala gara-gara berita itu," ujarnya.
Untuk diketahui, waduk seluas 25 hektar tersebut akan dibangun berbagai macam fasilitas diantaranya taman osmosis, amfiteater, hutan kota dan taman pasif. Selain itu, di tempat tersebut juga akan tersedia gedung serbaguna yang menghadap ke area waduk yang dilengkapi fasilitas amfiteater. Serta taman pasif yang dilengkapi arena olahraga. Maka mau tidak mau seluruh bangunan yang berdiri di sepanjang waduk harus dihancurkan.
[rus]