
Rencana Pemprov DKI menggusur pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggiran jalan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendapat penolakan. Walikota Jakarta Pusat, Saefullah pun mengajak para PKL berdialog.
Pantauan
Rakyat Merdeka Online, belasan petugas Satpol PP masih berjaga-jaga sekitaran lapak PKL. Tampak dua unit truk dan minibus bak terbuka terparkir di area tersebut.
"Saya ke sini meminta para pedagang untuk masuk ke blok G," ujar Saefullah di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/7).
Dalam dialog yang berlangsung selama 10 menit itu, para pedagang mengajukan persyaratan di antaranya disediakan lift barang dan penyejuk ruangan di blok G.
Namun permintaan mereka tidak langsung diiyakan Saefullah sehingga proses dialog pun mandeg. Para pedagang masih keberatan meninggalkan lapak mereka.
"Saya katakan pada mereka susana blok G sudah diperbaiki. Kita ingin kondisi pasar aman dan PKL setuju," kata Saefuloh kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan lokasi dengan mengendarai mobil dinasnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.