Hal ini diungkapkan point guard Los Angeles Lakers Steve Nash yang merupakan sohib kental Howard. Nash juga salah satu punggawa Lakers yang ditunjuk tim untuk membujuk Howard agar tidak hijrah musim depan. Sayangnya, usaha yang dilakukan Nash dan Kobe Bryant tidak membuahkan hasil.
“Terus terang, sebelum pertemuan itu saya memiliki keyakinan bisa mencegah niat Howard pergi. Tapi nyatanya, Howard justru mengatakan sudah tidak nyaman di Lakers. Mendengar apa yang dikatakannya itu, saya dan Bryant berpikir tak ada gunanya lagi mempertahankan pemain yang sudah tidak betah di sini,†kata Nash dikutip
ESPN, kemarin.
Dikatakan, Howard kerap membeberkan kepada media terkait ketidaknyamanannya berada di Lakers, karena ia tidak pernah mendapatkan dukungan. “Itulah yang terjadi sebenarnya dan saya tidak ingin menyalahkan siapa pun dalam hal ini.â€
Sementara, kegembiraan Rockets menyabut kedatangan Howard justru membuahkan denda sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,4 miliar. Hal tersebut diawali General Manager Rockets Daryl Morey serta pelatih mereka, Kevin McHale yang langsung menyuarakan kegembiraannya usai Howard memutuskan bergabung kepada sejumlah media.
Padahal, sepekan sebelumnya, bekas pemain LA Lakers itu sudah memutuskan masa depannya untuk bergabung dengan Rockets selama empat tahun ke depan. Pernyataan itu jelas mengakhiri rumor yang terus berkembang tentang masa depan Howard yang sempat jadi rebutan sejumlah tim di NBA.
Berdasarkan hal tersebut, Rockets dinilai melanggar peraturan NBA. Pasalnya, mereka baru boleh mengkonfirmasi kesepakatan yang sudah terjalin ini tepat pada hari ini pukul 12 malam waktu setempat. Itu sebabnya, komentar prematur ini membuat Rockets menerima denda sebesar Rp1,4 miliar. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: