"Sudah 4 ribu pohon yang dipangkas. Prioritasnya di jalan-jalan utama seperti Jalan Panglima Polim, Iskandarsyah, Iskandar Muda, Gatot Subroto, dan Arteri Pondok Indah," ujar Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan, Nandar Sunandar, Kamis (4/7) seperti dilansir dari
Beritajakarta.
Bahkan jumlah pohon yang dipangkas, kata Nandar, diperkirakan akan terus bertambah mengingat saat ini hujan disertai angin kencang masih melanda ibu kota.
"Hingga saat ini kan masih sering turun hujan. Apalagi anginnya juga kencang, makanya kita terus lakukan penopingan untuk pohon yang besar dan rimbun," kata Nandar.
Setiap Seksi Pertamanan yang ada di kecamatan, lanjut Nandar, bertanggung jawab untuk memantau perkembangan pohon-pohon di wilayahnya. Jika dianggap bisa membahayakan, langsung ditoping atau tebang.
"Harus terus memantau. Kalau tidak bisa ditoping karena sudah lapuk dan rapuh ya bisa ditebang," tuturnya.
Untuk itu, lanjut Nandar, setiap seksi dibekali dengan satu unit gergaji mesin.
"Masing-masing punya satu gergaji mesin, tapi di Sudin ada dua untuk cadangan. Anggaran untuk penopingan di Sudin Pertamanan untuk satu tahun itu sekitar Rp 700 juta," ungkapnya.
Bagi warga yang ingin melakukan penopingan, Nandar melanjutkan, bisa langsung menghubungi Seksi Pertamanan di kecamatan. "Lapor saja daripada nanti malah tumbang, bisa menimbulkan korban," tandas Nandar.
[wid]
BACA JUGA: