Seperti dikeluhkan salah seorang warga, Tjong Mei Kwi. Sejak tiga tahun belakangan ia dan keluarganya tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dengan baik karena bunyi bising dan getaran mesin cetak yang sangat kuat. Usaha cetak tersebut berada tepat di samping rumahnya.
"Sebenarnya tempat usaha percetakan itu sudah berdiri sejak lima tahun. Tapi selama tiga tahun belakangan ini bunyi mesin cetak yang mereka bunyinya semakin kencang hingga jam delapan malam. Makanya saya dan keluarga tidak dapat berkomunikasi satu sama lainnya saat di dalam rumah. Kalau tidak percaya kita buktikan aja," tutur Tjong Mei dengan nada kesal.
Sebelumnya ibu rumah tangga ini mengaku sudah beberapa kali mengadukan keluhannya kepada pihak RT dan RW. Bukan hanya itu, dirinya bahkan sudah berkirim surat keluhan kepada pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Namun hingga kini belum mendapat tanggapan baik dari pihak pemilik usaha maupun instansi terkait.
" Saya sudah dua kali mengirim surat kepada RT/RW, serta kelurahan dan kecamatan. Tetap aja bunyi mesin cetakan itu buat getaran di rumah saya. Lalu kepada siapa lagi saya mau minta tolong," keluhnya.
Dia sangat berharap, Pemkot Jakbar dapat segera merespon keluhannya ini. Pasalnya, ia kuatir jika terus dibiarkan berdampak pada psikologi dan kesehatan anak-anaknya.
[wid]
BACA JUGA: