Ahsan/Hendra Bikin ‘China’ Injak Raket

Djarum Indonesia Terbuka 2013

Sabtu, 15 Juni 2013, 07:58 WIB
Ahsan/Hendra Bikin ‘China’ Injak Raket
Ahsan-Hendra-(biru)-saat-menghadapi-Cai-Yun-Fu-Haifeng.
rmol news logo Prestasi cantik mewarnai perjalanan pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia di babak perempatfinal Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, kemarin. Salah satunya sukses yang diraih ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang maju ke semifinal.

Ahsan/Hendra bahkan berhasil memulangkan salah satu favorit juara asal China, Cai Yun/Fu Haifeng. Berhadapan dengan Cai/Fu yang menempati unggulan lima, tak banyak yang menyangka Ahsan/Hendra mampu menang. Ini merujuk pada rekor beberapa pertemuan terakhir di mana Hendra tak mampu mengalahkan Cai/Fu.

Namun, semua itu terbantahkan ketika Ahsan/Hendra tampil di lapangan. Permainan tenang dan kerja sama sama solid dari keduanya sukses membuat Cai/Fu keteteran. Di tambah dengan keriuhan suporter Indonesia yang memadati Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahsan/Hendra sukses membalikkan prediksi dan menang dua set langsung 21-18 dan 21-13.

“Bersyukur bisa memenangkan pertandingan hari ini. Saya sudah banyak mengevaluasi kekalahan-kekalahan sebelumnya. Saya yakin kami mampu mengalahkan mereka. Permainan mereka agak menurun setelah sempat mengalami cedera, terutama Cai Yun yang agak menurun,” ujar Hendra, sesaat usai laga kepada wartawan.

Di laga lain, pertarungan sengit terjadi pada laga Markis Kido/Alvent Yulianto kontra pasangan Korea Selatan Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong. Markis/Alvent yang unggul di set pertama harus takluk pada set kedua dan ketiga dengan, 21-19, 14-21, dan 17-21.

Permainan Markis/Alvent sebenarnya tidak jauh tertinggal. Meski sudah senior, mereka mampu meladeni pasangan Korea Selatan itu. “Kami sudah memberikan hasil yang maksimal, setelah tertinggal di set ketiga stamina mulai menurun,” ujar Markis, usai laga.

Sedangkan Alvent mengungkapkan, permainan lawannya memang sangat baik. “Mereka mempunyai tipikal sama dengan pemain lain, pertahanan mereka sangat kuat.”

Choel/Seong mengaku, sempat terganggu dengan penonton di Istora. Namun mereka berhasil menjadikan permainan berjalan dengan keras. Melenggang ke semifinal, pasangan Korea Selatan itu juga menargetkan gelar juara.

Di nomor tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka sukses merebut tiket semifinal. Kemenangan Hayom makin istimewa karena mengalahkan pemain China, DU Pengyu dengan rubber set, 21-15, 15-21, 21-9.

Bila Hayom mampu mempertahankan ritme permainan, asa Indonesia untuk meraih gelar juara tunggal putra semakin besar. “Pertarungan kali ini lebih sulit dari yang saya bayangkan. Secara permainan, hari ini lebih sulit dibandingkan dengan pertandaingan sebelumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Hayom akan menghadapi pemenang laga antara Lee Chong Wei kontra Boonsak Ponsana.  â€Saya rasa Chong Wei akan menjadi lawan selanjutnya. Di atas kertas, Chong Wei memang berada jauh di atas saya, namun saya akan melakukan yang terbaik.”

Prediksi Hanyom terbukti. Unggulan pertama tunggal putra dari Malaysia, Lee Chong Wei sukses menyingkirkan tunggal terbaik Thailand, Boonsak Ponsana 21-10, dan 21-7 dalam 27 menit.

Sukses Hanyom diikuti Tommy Sugiarto melaju ke semifinal. Putra legenda pebulutangkis nasional Icuk Sugiarto itu menang melawan wakil India, Rajah Menuri Venkata Gurusaidutt. Sempat kalah di gim pertama, Tommy mampu memenangi dua gim berikutnya dan memastikan kemenangan 19-21, 21-11 dan 21-10.

Untuk bisa maju ke final, Tommy harus mengalahkan pebulutangkis asal Jerman Marc Zwiebler yang berhasil sebelumnya menundukkan juga wakil India, Ajay Jayaram 21-16, 21-15. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA