Owi Nggak Menyesal ‘Bunuh’ Teman Latihan

Djarum Indonesia Open 2013

Jumat, 14 Juni 2013, 08:56 WIB
Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir
rmol news logo Pasangan ganda campuran, Frans Kurniawan/Shendy Puspa Irawati harus rela disingkirkan rekan senegaranya, zdengan raihan skor 21-12, 12-21, dan 11-21 di babak kedua kompetisi Djarum Indonesia Open 2013, kemarin.

Sempat tertinggal 21-12 di game pertama karena banyaknya kesalahan, Owi/Butet mulai panas di game kedua. Mereka akhirnya  menyamakan kedudukan melalui kemenangan game kedua 12-21.

Di game ketiga kedua pasangan ganda campuran Indonesia itu bermain pukulan-pukulan pendek menyentuh net. Kali ini banyak kesalahan yang dilakukan Frans/Shendy, saat posisi 6-18, Frans gagal membalikan tepokan keras Butet, shuttle cock pun menempel di punggung rekannya, Shendy bukan meluncur ke arah lawan.

Kemenangan itu tak lantas membuat Owi merasa bersalah karena telah membunuh rekan berlatihnya sehari-harinya. “Saya tidak menyesal mengalahkan mereka, ini adalah pertandingan resmi ditambah pasangan ganda campuran yang ikut kompetisi terbilang banyak,” katanya kepada wartawan di Interview Room.

Sementara itu, Shendy mengaku faktor angin adalah penyebab utama atas kesalahan pukulan yang sering membentur badan net. Hal serupa ditunjukkan Shendy menyikapi kekalahannya atas juara All England ganda campuran itu. “Bukan grogi, tapi karena memang faktor angin. Saya juga tidak kesal atau menyesal, namanya juga pertandingan,” ujarnya.

Di partai ganda pria, pasangan asal China, Cai Yun/Fu Haifeng menaklukkan pasangan Indonesia, Andrei Adistis/Gideon Markus Fernaldi, melalui dua game langsung 22-20 dan 21-15. Dalam laga itu, China yang tampil beringas terus meluncurkan pukulan-pukulan keras terarah, membuat pasangan Garuda kewalahan membalikan serangan.

Saat paruh game kedua, Indonesia tertingal cukup jauh 11-4. Meski Andrei/Gideon terus memberikan perlawanan terbaik, akhirnya mereka harus mengakui kehebatan pasangan negeri Tirai Bambu itu.

Indonesia juga tampil sebagai pemenang di partai ganda putri. Pasangan Pia Zebaidah Benadeth/Rizki Amelia Pradipta melibas pasangan asal Inggris, Lauren Smith/Gabrielle White dengan raihan skor 21-19, 19-21 dan 21-12.

Ketegangan pertandingan mulai menyelimuti di game kedua. Saat posisi angka 15-17 penonton dibuat tegang sembari berteriak ‘eaa’ karena disajikan tontonan seru, kedua pasangan saling jual beli tepokan. Teriakan penonton pun kembali menggaung, saat game ketiga di posisi angka 20-12, penonton memekik ‘habisin’ karena sudah tak sabar memastikan tim Garuda tampil sebagai pemenang.

Di partai tunggal pria, pebulutangkis asal Hongkong Wong Wing Ki harus mengakui kehebatan Tommy Sugiarto. Tommy mampu menang dua game langsung 18-21 dan 16-21.

Dalam laga itu, sang lawan tampil lebih sabar dan tetap fokus, namun Tommy mampu tampil agresif di game kedua. Di game pertama, Wong sempat mendapat sorakan dari penonton, karena menghentikan permainan untuk membasuh keringat saat posisi angka 18-20.

Usai laga ini, Tommy tengah menunggu pemenang dari laga RMV Gurusaidutt vs Kazuma Sakai. Bagi putra legenda pebulutangkis Icuk Sugiarto ini  siapapun calon lawannya, dia menyatakan telah siap dan percaya diri.

Lalu apa sudah tahu karakter dari kedua pemain itu? Tommy mengaku sering bertanding dengan Gurusaidutt dan pernah dikalahkan saat India Open lalu, sedangkan Sakai, lanjut Tommy, belum pernah ada pengalaman bertanding. “Saya dan Gurusaidutt sudah tahu skill masing-masing,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA