Singkirkan Chen Long Tommy Lupa Skor

Djarum Indonesia Open 2013

Kamis, 13 Juni 2013, 09:51 WIB
Singkirkan Chen Long Tommy Lupa Skor
Tommy Sugiarto
rmol news logo Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto membuat kejutan di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series Premier, kemarin. Putra legenda bulutangkis, Icuk Sugiarto itu berhasil menyingkirkan unggulan dua asal China, Chen Long.

Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Tommy yang mendapat dukungan besar penonton unggul mutlak di set pertama 21-11. Di set kedua, Chen Long sebenarnya sempat sempat unggul 12-16 sebelum pukulannya menyangkut di net.
 
Kemudian Tommy mengejar dan berhasil menyamakan kedudukan 18-18, dan akhirnya merebut tiga poin sisa 21-18. Ini merupakan kemenangan pertama Tommy dalam tujuh pertemuannya dengan Chen Long.

Selanjutnya, Tommy ditantang pemain Hongkong, Wong Wing Ki, yang menyingkirkan harapan Inggris, Rajiv Ouseph, 21-7, 24-22.

Ditemui usai pertandingan, Tommy mengaku sangat berhasrat mengalahkan lawannya hingga dia sempat lupa skor di set kedua.

“Saya tidak tahu, ternyata di game kedua saya mampu mengejarnya menjadi 18-18. Saya sudah lebih dari enam kali bertemu dengan dia, sehingga saya pikir kini saatnya untuk menang,” kata Tommy dalam konferensi pers usai kemenangannya.

Tiga tunggal putra Indonesia lainnya, Sony Dwi Kuncoro, Alamsyah Yunus dan Dyonisius Hayom Rumbaka juga ikut melaju ke babak kedua usai mengalahkan lawannya masing-masing.

Sony sukses mengalahkan pemain China, Chen Yuekun dengan rubber set 21-17, 10-21 dan 21-19. Sementara itu, Alamsyah sukses mengalahkan Kenichi Tago dengan rubber set 24-22, 16-21, 21-17. Sedangkan Hayom menumbangkan Vladimir Ivanov 17-21, 21-6 dan 21-18. Hayom menjadi wakil tunggal putra Indonesia pertama yang lolos ke putaran kedua.

Sedangkan Sony dan Alamsyah memang harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. Namun, para fans juga ikut andil dalam mendukung performa kedua pebulutangkis itu.

“Hari ini, saya bermain agak sedikit capek. Tapi, karena dapat dukungan dari fans, saya mampu bersemangat kembali. Saya bermain nothing to lose aja,” ujar Alamsyah.
Sedangkan Sony, dia merasa yakin bisa melangkah jauh di Indonesia Open kali ini dengan terus melakukan yang terbaik  untuk bisa menang.

Kemenangan tunggal putra tak diikuti di partai ganda putra. Pasangan Angga/Ryan dipaksa mengakui pasangan Taiwan, Lee Sheng/Tsai Chia Hsin dengan skor 17-21 dan 16-21.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengungkapkan, kekalahan Angga a/Ryan Agung Saputra diluar prediksinya. Padahal, pasangan muda ini merupakan salah satu andalan untuk meraih gelar di sektor ganda putra.

“Kekalahan Angga/Ryan membuat peluru saya tinggal satu. Saya berharap Hendra Setiawan/Mohhamad Ahsan dan Angga/Ryan yang akan berbicara banyak pada turnamen kali ini. Terlepas juga dari faktor angin yang kencang, pasangan China Taipei memang bermain lebih baik,” ujarnya.

Di laga lain, finalis tahun lalu, Mathias Boe/Carsten Mogensen, harus pulang lebih cepat usai dikalahkan ganda Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Boe/Mogensen yang diunggulkan di tempat pertama kalah 21-17 dan 25-23, dalam waktu 46 menit.

Hingga berita ini diturunkan, salah satu pemain andalan Indonesia, Taufik Hidayat masih berlaga melawan Sai Praneth B asal India. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA