Gaya balap kedua ridernya itu mulai terbaca lawan dan mentalnya menciut hingga akhirnya mampu dipecundangi pebalap Honda.
Direktur Yamaha Yamaha Factory Racing (YFR) Massimo Meregalli mengatakan, di lap-lap awal, ia sempat bangga dengan penampilan Rossi yang melejit ke barisan depan meski start dari posisi delapan. Namun kebanggannya itu perlahan kandas seiring posisi Rossi yang terus merosot dan membiarkan dua pebalap Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez yang tak punya prestasi di Le Mans bisa memimpin di lini depan.
“Balapan basah di Le Mans sangat sulit. Keberanian Lorenzo banyak menurun setiap masuk tikungan. Dia tidak percaya diri dengan motornya, dan merasa tidak aman untuk adu cepat. Tim akan berkonsentrasi mencari masalahnya. Makanya kami tidak bisa memberikan jawaban sekarang,†jelas Massimo Meregalli dikutip situs resmi YFR, kemairn.
Sementara posisi Valentino Rossi untuk mengimbangi pebalap Ducati di depannya saja dia kesulitan. Dia memaksa dengan menyalip dengan kecepatan motor kurang nyaman di lintasan basah. Akibatnya, ia tergelincir. “Intinya akan kami periksa data pada kedua M1 untuk perbaikan ke depan,†tambah Meregalli yang meringis usai hasil di Le Mans ini.
Jorge Lorenzo bisa tantang Honda di sesi-sesi free practice dan qualifying, bukan karena motornya sama kencang, melainkan skill Lorenzo untuk balapan sendiri-sendiri masih bisa diatasi Pedrosa dan Marquez.
Seperti diketahui, sepanjang balapan Lorenzo mengalami kesulitan dan sempat tersalip Marquez. Pebalap Spanyol itupun mengaku, performa RC213V jauh lebih baik ketimbang YZR-M1. Ia juga memuji Marquez yang finis ketiga setelah sempat melorot ke posisi delapan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: