Ahok Kembali Pertanyakan Cara Berpikir Komnas HAM

Jumat, 17 Mei 2013, 19:15 WIB
rmol news logo Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak habis pikir dengan pola pikir Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang tidak bisa membedakan kasus pelanggaran HAM yang tengah terjadi antar warga Waduk Pluit dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Waduk Pluit itu vital sekali. Ada pelabuhan disana. Tapi kenapa Kementerian Perikanan dan Kelautan tidak bisa usir warga yang ada di pinggiran situ? Karena 400 warga yang tinggal disitu lebih galak. Mereka diancam pakai golok, Komnas HAM kemana? Ketika Natanael mau dibakar hidup-hidup, Komnas HAM urus nggak? Apa Komnas HAM membela orang yang beringas seperti itu?," ucap Ahok kepada wartawan di Balaikota, Jakarta (17/5).

Ahok juga mengatakan pola pikir Komnas HAM tidak membela kaum tertindas.

"Makanya saya bilang ke Komnas HAM, kalau orang serbu rumah saya dan saya mati terbunuh, dia akan ngomong apa? Turut berduka kan? Tapi kalau saya berhasil menyerang dan membantai penyerang saya dan (mereka) mati tapi saya masih hidup maka saya dibilang melanggar HAM. Jadi bagaimana pola pikirnya itu?," kata Ahok kesal.

Jadi, menurut Ahok, langkah terakhir terkait Waduk Pluit ini adalah seluruh warga harus direlokasi. Pihaknya tidak akan membiarkan Jakarta tenggelam karena ulang belasan ribu orang yang egois.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA