"Mereka itu banyak yang punya kamar sewaan. Orang-orang inilah yang enggak mau kegusur. Kalau orang yang ngontraknya sih malah seneng kalau dikasih rusun. Ya, sewanya lebih murah," kata Ahok di Balaikota, Jakarta (17/5).
Menurut Ahok, warga enggan pindah karena permintaan ganti rugi sebanyak kepemilikan jumlah pintu kontrakan ditolak Pemprov DKI. Bahkan bila musim kemarau, area waduk yang masih menampung air dipadatkan dengan timbunan sampah.
"Kalau musim kemarau, mereka bangun lagi hotel-hotel di atas waduk, maksudnya rumah yang akan mereka sewakan," katanya.
Kedalaman waduk yang seharusnya 10 meter, lanjutnya, lama kelamaan akan menjadi dangkal. Bila demikian, dikuatirkan banjir bisa mencapai Balaikota atau bahkan istana.
Basuki mengingatkan bahwa waduk Pluit merupakan salah satu tempat penampungan air terbesar yang dimiliki Jakarta. Agar banjir tidak terulang kembali, Ahok berharap masyarakat mengerti keinginan Pemprov merelokasi mereka ke rusun yang lebih layak.
[wid]