20 hektar wilayah waduk selama ini dijadikan tempat tinggal 17 ribu jiwa. Akibatnya, waduk Pluit tak dapat beroperasi dengan optimal. Tidak hanya itu kedalaman pun berkurang hingga empat meter dari semula enam akibat aktivitas warga setempat.
"Itu yang dihuni sekarang adalah waduk, tempat air dan ini bukan tempat hunian sehingga bagaimana pun mereka harus dipindah," tegas Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Jumat (3/5).
Sebelumya, Jokowi menawarkan kepada warga untuk menempati rumah susun (rusun) Marunda atau rusun Muara Baru. Namun demikian, warga lebih ingin dicarikan lahan untuk dijadikan tempat tinggal.
"Mereka meminta dipindah di sebuah lahan. Lahannya kita nggak punya, yang ada adalah rusun. Itu yang kita bicarakan dengan warga. Satu-satunya jalan, ya itu rusun. Ini hanya masalah komunikasi," tukasnya
.[wid]