Begitu dikatakan Sekjen KPK, Anis Said Basalamah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan Senin (8/4) sore.
Menurut dia, sumbangan sukarela tersebut diberikan lantaran KPK menolak permintaan uang kerohiman dari warga. Sebab, kata dia, tidak ada APBN untuk pembangunan gedung itu.
"Tapi pimpinan KPK berinisiatif. Mereka secara sukarela memberikan bantuan masing-masing KK (kepala keluarga)," terang dia.
Tapi, Anis enggan menjelaskan berapa jumlah duit yang diberikan Abraham Samad Cs kepada warga guntur. Menurutnya, tidak etis menyebutkan jumlah uang yang diberikan Abraham Samad Cs itu di depan umum.
"Kalau saya bilang berlebihan, nanti dibilang pimpinan KPK foya-foya. Kalau kurang nanti dibilang pelit," terang Anis.
KPK besok berencana melakukan pengosongan tanah miliknya yang kini ditempati oleh sekitar 81 kepala keluarga. Diatas tanah seluas lebih dari 8 ribu meter itu, KPK akan menggunakan jasa Satpol PP DKI Jakarta untuk menertibkan bangunan liar yang rencananya akan dibangun sebuah rumah tahanan.
"Kami berharap besok penertiban lancar. Karena sudah jauh-jau hari, sejak 2011 lalu KPK secara persuasif meminta mereka meninggalkan tanah tersebut. Kami jug imbau warga sukarela," demikian Anis Said
.[wid]