Bahkan, kabarnya pelatih berÂdarah Argentina itu berniat meÂngadukan masalah ini ke FIFA. “Saya sebagai manajer tim naÂsional harus menunjukan itikad yang baik. Untuk itu saya kesini bersama Blanco untuk menjelasÂkan duduk persoalan kepada MenÂpora, sekalian juga meneÂnangkan hatinya,†ungkap Habil Marati kepada pewarta, di JaÂkarta, kemarin.
Habil menuturkan, bahwa diÂrinya tengah melakukan negosiaÂsi dengan Blanco agar tidak meÂngadukan masalah ini ke FIFA. Pasalnya, lanjut Habil, hal ini akan menjadi stigma yang buruk bagi tim nasional, karena pelatih sepakbola memiliki organisasi internasional yang solid.
Selain itu, masih menurutnya, jika hal ini sampai diketahui piÂhak Arab Saudi, timnas IndoneÂsia kemungkinan akan dianulir, karena pelatih Rahmat DarmaÂwan tidak memiliki kontrak, seÂdangkan yang memiliki kontrak pelatih adalah Blanco, dan konÂtraknya masih berlaku dua tahun.
“Bohong besar! Kata siapa SteÂfano tidak lengkap adminisÂtraÂsÂinya? Akta kelahirannya saja ada, semuanya lengkap dan komÂplit,†tegasnya berapi-api saat disinggung soal tidak lolosÂnya Stefano Lilipaly dengan alaÂsan adminsitrasi tidak lengkap.
Sementara itu, Menteri PemuÂda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, mengaku sudah mendeÂngar kabar soal kekisruhan pelaÂtih timnas. Namun, Roy menolak jika dikatakan melakukan pemÂbiaran, ditegaskannya, bahwa diÂrinya tengah mengamati situasi terÂlebih dahulu dan akan bertinÂdak di saat yang tepat.
“Masalah pelatih saya sudah dengar. Saya tegaskan bahwa ada kalanya Menpora harus meÂngÂamati dan ada juga kalanya saya turun tangan. Ini masalah teknis internalnya PSSI biarkan saÂja mereka mandiri. Saya meÂngÂÂÂawal saja, biar PSSI tidak manÂÂja,†tegasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: