Guna mengantisipasi sepinya pebalap top dunia, Wakil PresiÂden Honda Racing Club, Shuei NakaÂmoto mengusulkan balapan terÂseÂbÂut dipincah dari Sirkuit MoÂtegi ke Sirkuit Suzuka. SoalÂnya, jarak antara reaktor FukuÂsima dengan Sirkuit Suzuka saÂngat jauh yaitu berjarak 476,8 kiÂlometer. SedangÂkan, Sirkuit MoÂtegi dengan FukuÂshima hanya berÂjarak 124 km.
“Sirkuit itu indah, treknya suÂdah mengalami perubahan sejak 2003.
Chicane juga sudah diuÂbah khusus untuk balapan motor. Tapi itu tetap butuh adopsi untuk sesuai aturan asosiasi internasioÂnal,†kata Nakamoto melalui
AS.Dengan bergesernya tempat balapan, maka pebalap-pebalap yang memboikot mulai tertarik untuk kembali membalap, seperÂti Valentino Rossi dan Casey Stoner.
Pemilihan Sirkuit Suzuka buÂkanlah tanpa alasan. Di sirkuit terÂsebut ini sering dijadikan temÂpat gelaran MotoGP, sebelum akÂhirnya ditutup setelah peristiÂwa tewasnya pebalap Jepang, DaÂjiro kato di arena balap pada 2003.
“Itu (Suzuka) bisa jadi solusi untuk tahun ini, tapi nantinya akan kembali ke Motegi,†pungÂkasÂnya.
Sementara itu, pebalap Tim Ducati Valentino Rossi tetap paÂda pendiriannya untuk tidak berÂpartisipasi pada adu balap di neÂgeri sakura, dengan berkata. “SaÂya tidak berpikir bahwa saya akan ke Jepang,†kata
The DocÂtor dikutip dari
BBC.Ketegasan Rossi menolak MoÂtoGP Jepang, senanda dengan pebalap Tim Repsol Honda CaÂsey Stoner. Bahkan, pebalap berÂusia 25 taÂhun ini mengutarakan alasan diÂrinya ogah balapan di Jepang lanÂtaran tajut terkena raÂdiasi diÂsaat dirinya akan segera menjadi seorang ayah.
“Sudah saya tetapkan dalam pikiran saya kalau saya tak akan pergi ke Jepang setelah apa yang saya lihat dan saya dengar. Tapi perrnyataan itu keluar dari emosi yang bergejolak setelah saya taÂhu Adriana (istrinya)tengah mengÂandung,†ungkap Stoner di
MCN.“Saya sudah memutuskan dan tak mungkin saya membahaÂyaÂkan istri atau keluarga saya dan itu sesuatu yang sulit,†tambahÂnya.
Meski begitu, Stoner tidak meÂnampik dirinya berkemungkinan mengikuti laga di Jepang jika peÂbalap asal Australia ini yakin akan keselamatan dirinya dan keluarÂganya di negeri sakura tersebut.
“Pekan-pekan ini saya mendaÂpat banyak masukan dari AustraÂlia dan orang-orang yang saya pikir bisa saya percaya terkait hal tersebut. Untuk hal ini saya lebih terbuka terhadap situasi tersebut dibanding sebelumnya,†katanya.
“Saya sangat memikirkan soal masalah keselamatan untuk keÂluarga saya, tapi kita lihat saja daÂlam beberapa pekan ke depan dan pembicaraan yang terus diÂlakukan,†tambahnya.
[rm]
BERITA TERKAIT: