Rencananya, GP Jepang akan di helat bulan Juli menÂdaÂÂtang, namun akibat bencana radiasi nuklir pasca gempa dan tsunami, balapan di sirkuit seÂpanÂjang 4.801 meter itu diÂpindahkan ke bulan Oktober. NaÂmun, pihak yang berÂkeÂpenÂtiÂngan masih menunggu keÂputusan panitia.
“Saat ini, MotoGP menungÂgu keputusan panitia. Namun yang pasti, tidak akan ada GP pengÂganti jika balapan di JeÂpang ditiadakan,†ujar EzÂpeÂleta.
Menurutnya, perlombaan GP Jepang harus digelar tepat waktu pada bulan Juli. Dia juga menegaskan lomba MotoGP akan digelar jika tidak ada ancaman radiasi.
“Saya 100 persen percaya dengan Jepang dan jika mereka mengatakan lomba bisa digelar mereka pasti menjamin aman. Jika sebaliknya,. Saya yakin meÂreka yang pertama akan meÂngevaluasi situasi,†ujarnya.
Wakil Presiden Honda ShuÂhei Nakamoto juga menamÂbahkan, rusaknya trek Sirkuit Suzuka akibat gempa saat ini telah diperbaiki. Para pemÂbalap juga telah melakukan tes moÂtor tanpa masalah.
Sebagai ajang ujicoba, pada Juli mendatang akan diadakan keÂjuaraan balap nasional. Ezpeleta mengaakan jika event tersebut bisa menjadi acuan untuk pelaksanaan GP Jepang nanti.
“Pada bulan Juli akan ada event di sana, artinya pada saat itu tempat tersebut harus dapat digunakan. Pada saat itu kita harus yakin apakah balapan biÂsa digelar disana,†pungkas Ezpeleta.
[RM]
BERITA TERKAIT: