“Performa kami tidak terlalu jauh dari Honda. Tapi, untuk saat ini saya merasa Stoner dan Pedrosa masih menjadi peÂbalap tercepat,†kata Lorenzo seperti dikutip
Autosport.
“Pendapat saya, sejauh ini Honda masih merupakan yang tercepat dan saya yakin, Stoner bisa menjuarai seri GP Spanyol jika dia tidak mengalami keceÂlakaan di Jerez,†lanjut LorenÂzo yang meraih podium perÂtama di Jerez itu.
Seperti diketahui, di GP SpaÂnyol sempat terjadi insiden tabÂrakan setelah pebalap Ducati Rossi yang star dari posisi ke-12 berhasil meÂnyoÂdok hingga posisi ketiga diÂdepan Lorenzo.
The Doctor mencoba meÂnyaÂlip Stoner yang berada diÂdeÂpannya, sayang aksi neÂkatÂnya berujung apes. Rossi terÂgelincir tepat di depan Stoner, akibatnya kedua pebalap terÂsebut bertabrakan dan Stoner keluar dari lintasan. Sementara Rossi bisa melanjutkan balapan.
Atas kemenangan Lorenzo di Jerez, dia berhasil meÂmimÂpin puncak klasemen dengan raihan 45 poin, mengungguli dua kandidat kuat juara lainÂnya, yakni duet Repsol Honda Pedrosa (36 angka) dan Stoner (25 angka) di tempat ketiga.
Meski sadar timnya masih kaÂlah cepat dari Honda, LorenÂzo tetap pede dengan peluangÂnya untuk mempertahankan geÂlar juaranya musim ini. MeÂnurutnya, Yamaha masih bisa bersaing dengan Honda.
Sementara kubu Repsol HonÂda makin pede dengan komÂpoÂsisi pebalap yang ciamik musim ini. Hal itupun diakui mekanik andalan Rossi, Jerry Burgess yang dulu pernah memperkuat Honda bersama Rossi.
“Tak diragukan lagi, musim ini Honda telah membuat peruÂbahan besar. Setelah terakhir menang di 2003, tim ini tidak perÂnah tampil ciamik.†ujar Burgess.
[RM]
BERITA TERKAIT: