“Saya muak dengan wacana tersebut, sebelumnya banyak pebalap yang meremehkan tuÂbuh kecil saya. Namun, setelah saya menang, mereka mengÂangÂgap ini keuntungan buat saya,†ujar Pedrosa.
Juara dunia GP250 itu saÂngat marah dengan isu berat baÂdan, karena jika terjadi, PedÂrosa dan kompatriotnya Toni Elias adalah pebalap yang paÂling dirugikan karena harus meÂnambah bobot untuk meÂmenuhi kuota berat pebalap.
“Saya pernah berfikir untuk memiliki tubuh lebih tinggi 10cm, dengan begitu posisi saya di atas motor bisa lebih baik. Namun ukuran saya memÂÂbuat saya hanya bisa memÂberikan beban di depan, tengah dan belakang bergantiÂan,†ungkapnya.
Wacana pembatasan berat badan dilontarkan pebalap DuÂcati Valentino Rossi dan Marco Simoncelli dari Gresini Honda. Usai balapan di Sirkuit Jerez, Simoncelli merasa tak
fair memÂbalap dengan berat 72 kg, sedangkan pebalap lain yang memiliki bobot lebih ringan 20 kg dari dirinya. Untuk itu, peÂbalap berambut kriting ini meÂnginginkan bobot motor dan pebalap MotoGP di batasi.
“Yang menjadi permasalahÂan, saya lebih besar dari semua pebalap MotoGP. Dengan konÂdisi ini, bahan bakar motorku akan banyak terkuras. AkibatÂnya motor tak bisa dipacu di lintasan lurus, karena aku haÂrus mengaturnya agar irit,†keÂluh Simoncelli saat itu.
Sementara itu, Asosiasi PabÂriÂkan Motor (Motorcycle Sport Manufacturers Association) yang akan melakukan pembiÂcaÂraan dalam beberapa pekan kedepan.
[RM]
BERITA TERKAIT: