Untuk itu mereka harus memÂbekukan PSSI dan segera membentuk Dewan SeÂpakbola InÂdonesia (DSI) guÂna memÂbentuk Panitia KongÂres Luar Biasa (KLB).
“Duta Besar Indonesia di Swiss, Djoko Susilo mengeÂmuÂkakan tahun 2007 kongres PSSI dianggap tiÂdak sah, karena FIÂFA mengÂangÂgap melanggar Statuta FIFA, berkaitan status hukum NurÂdin Halid yang terkena kaÂsus kriminal. SeyogÂyanya peÂmeÂrintah membeÂrÂlaÂkukan UnÂdang Undang KeÂolahÂragaan Pasal 13, Pasal 121 dan 122 unÂtuk membekukan PSSI,†teÂgas Jusuf Rizal, Presiden LIÂRA-Indonesia Sports Watch (ISW) kepada wartawan di Jakarta.
Jusuf Rizal yang juga bekas DiÂrektur PemÂbinaan Usia MuÂda PSSI mengatakan, melihat seÂjumlah masalah yang diÂhaÂdapi PSSI saat ini, pemerintah tidÂÂak perlu ragu lagi untuk mengÂambil tinÂdakan tegas, sebab Undang UnÂdang No. 3 Tahun 2005 meÂmungkinkan peÂmerintah mengÂÂambil tinÂdaÂkan, tanpa harus takut dengan sanksi yang akan diberikan oleh FIFA. Sanksi FIFA hanya bisa berÂlaÂku, jika PSSI telah manÂdiri dan dikelola secara proÂfesional. SeÂmentara PSSI fakÂtanya, masih disusui oleh APBN dan APBD.
Langkah itu diperlukan agar pembenahan PSSI kedepan tidak ada dualisme, seperti saat ini, Pengurus PSSI memÂbenÂtuk Panitia Kongres, sementara Komite Penyelamat PerÂsepakÂbolaan Nasional (KPÂPN) juga akan menggelar KongÂÂres Luar Biasa (KLB) paÂda tanggal 26 Maret 2011 di SuÂÂrabaya. BenÂturan antara KPPN dan PSSI akan meÂnamÂbah runyam perÂseÂbakbolaan, seÂbab masing-masing pihak mengÂklaim sama-sama meÂmiÂliki otoritas.
Jika melihat suara dibawah, maÂyoritas sudah tidak mengÂharÂgai keberadaan pengurus PSSI saat ini. Lebih-lebih adaÂnya penolakan FIFA bahwa para calon kandidat yang maju telah digugurkan, seperti NurÂdin Halid dan Nirwan Bakrie. Dengan kondisi ini Menpora dan KONI tidak boleh berÂpangÂku tangan. Harus bertinÂdak agar nantinya dalam pelakÂsaÂnaÂan Kongres hanya ada satu kongres yang diakui dan sah untuk dilaporkan ke FIFA.
â€Akan lebih bijak jika Menpora dan KOÂNI memÂbeÂkuÂkan PSSI dan keÂmudian memÂbentuk Dewan SeÂpakbola InÂdoÂnesia (DSI) yang diisi oleh stake holÂder anÂtÂara lain terdiri dari unÂsur PeÂmerintah, KONI, MaÂsyaÂrakat SeÂpakbola, Civil Society (LSM)/Media dan unsur yang meÂÂwaÂkili klub/KPPN. DSI iniÂlah keÂmudian diberikan tugas memÂbentuk Panitia Kongres seÂsuai dengan aturan Statuta FIFA, serta memÂbuka peluang seluas-luasnya baÂgi masyarakat yang mau maju menjadi Calon KeÂtua Umum PSSI,†tegas JuÂsuf.
[RM]
BERITA TERKAIT: