“Musim lalu, Ducati saya kemÂbali ke model elektronik yang lebih tua hingga kami bisa meÂngembangkan mesin “big bangâ€. Karenanya saya memÂpunyai grip di ban yang lebih meÂlekat ke aspal,†kata Stoner di Crash.net.
Di musim ini, sepertinya ’Tim MeÂrah’ kembali menggunakan meÂsin barunya yang meÂnyeÂbabkan Valentino Rossi keÂsuÂliÂtan meÂngendalikan
Desmosedici GP11.Padahal agar tidak liar saat diÂtunggangi, kata Stoner, mesin moÂtor harus mampu mengeÂluarÂkan
output maksimal pada
RPM lebih rendah. Dan hal itu seÂperÂtinya tidak didapat pada tungÂgangan Rossi.
“Sebenarnya kami kembali mengÂgunakan paket elektronik seÂperti yang digunakan dua taÂhun lalu, karenanya motor lebih jiÂnak,†ungkap Stoner, yang meÂmenangkan tiga dari enam balapan terakhir untuk Ducati.
Kini, Stoner beralih ke Repsol HonÂda yang juga berarti perÂpinÂdaÂhan prangkat elektronik dari Magneti Marelli yang biasa di pakai Ducati, ke paket elektronik yang dikembangkan Honda Racing Championship, Jepang. Karenanya pebalap Australia itu tidak mampu membandingkan tunggangan Rossi saat ini dengan motor Honda yang diÂpakaiÂnya.
“Karena elektronik selalu berÂkembang, saya tidak akan bisa memahami perbedaan satu sama lain. Sebagai contoh, kita sudah mencoba modifikasi elektronik paÂda tes kedua di Sepang, haÂsilÂnya cukup berbeda,†ujar Stoner.
“Tentunya sistem di gunakan di Honda akan berbeda dengan DuÂcati sebelumnya. Karena itu, saÂya harus menghabiskan baÂnyak waktu dengan para insinyur Honda agar bisa memahaminya dan mendapatkan hasil makÂsimal,†pungkas Stoner.
[RM]
BERITA TERKAIT: