Celtics berada di peringkat dua dengan rekor 36 kali menang 12 kali kalah, dibawah pimpinan klaÂsemen San Antonio Spurs dengÂan 42-8. Sementara Miami Heat menyusul di peringkat keÂtiga dengan 36-14 diatas Dallas Mavericks yang mengantongi reÂkor 34-15 di peringkat ke empat.
Bermain di kandang sendiri, rupanya tidak membuat runner up NBA musim lalu itu tampil beringas. Bahkan di kuarter perÂtaÂma, Celtics harus menelan keÂkeÂlahan telak 34-27 dari MaÂvericks.
Celtics mulai menggeliat dan coÂba tampil menyerang di kuarÂter kedua. Akhirnya usaha keras daÂri Ray Allen cs itu memÂbuaÂhÂkan hasil, setelah Celtics sukses meÂrapatkan ketinggalan poin menjadi 54-51 di akhir kuarter kedua, namun Mavericks masih lebih unggul dari tuan rumah.
Sayangnya penampilan ciamik di kuarter ketiga gagal dipeÂrÂtaÂhankan oleh Ray Allen cs di kuarÂter pamungkas. Awalnya temÂbakan tiga angka Allen dan layup Kendrick Perkins memÂbuat Celtics unggul 97-91 saat laga masih tersisa dua menit.
Namun Mavericks berhasil meÂlancarkan tekanan dan sebuah tembakan tiga angka lewat Jason Kidd di dua detik pamungkas yang membuat keadaan berbalik menjadi 99-97. Pelanggaran yang dilakukan Kevin Garnett kepada Nowitzki juga memÂbuahÂkan lemparan bebas buat MaÂvericks dan berujung dua angÂka tambahan sebelum buzzer dibunyikan. Tim kota koboi itu pun pulang dengan kemenangan setelah skor akhir menunjukan 101-97. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: