Salah satunya, kritik itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Brigade Rakyat Garuda Merah Putih (BRGMP), Warsun.
Warsun mengatakan, dia mendapatkan informasi Hendra Candra Saputra merupakan sosok yang dipersiapkan untuk dilantik sebagai Dirut definitif PDAM Tirta Jati.
"Jika informasi tersebut benar, kami sangat menyayangkan keputusan itu, mengingat adanya berbagai persoalan yang sebelumnya diberitakan dan dilaporkan terkait yang bersangkutan," ujar Warsun dalam keterangannya, Senin 2 November 2026.
Menurut Warsun, pemberitaan mengenai dugaan suap, gratifikasi, dan penyalahgunaan kewenangan yang dikaitkan dengan Hendra ketika menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Jati perlu mendapat perhatian serius dalam proses penilaian calon direksi.
"Pertanyaan kami kepada Bupati Cirebon, apakah berbagai persoalan tersebut telah menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi? Jika sudah, apa dasar pertimbangannya sehingga saudara Hendra tetap dipersiapkan untuk menduduki jabatan tersebut?" tegas Warsun.
Dia juga meminta Bupati Cirebon memastikan proses seleksi dan pengangkatan direksi terbebas dari konflik kepentingan, intervensi, maupun praktik transaksi jabatan.
"Kami tidak ingin ada praktik jual beli jabatan dalam proses penentuan Direktur Utama PDAM Tirta Jati. Seluruh proses seleksi harus transparan," ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Y. Pasomba selaku Ketua Umum BRGMP, Warsun menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial yang kritis, independen, dan konstruktif.
Dia pun meminta Bupati Cirebon untuk menjelaskan kebenaran mengenai rencana pelantikan Hendra Candra Saputra.
"Serta membuka secara transparan hasil seleksi, pemeriksaan rekam jejak, dan penilaian integritas calon direksi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: