Massa yang mengenakan almamater biru tua itu datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor, angkutan kota (angkot) sewaan, hingga mobil komando.
Perjalanan menuju titik aksi sempat diwarnai pencegatan aparat kepolisian saat massa melintas di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat. Namun, mahasiswa tetap bergerak hingga berhasil mencapai kawasan Patung Kuda.
Setibanya di lokasi, massa berkumpul dan merapatkan barisan di sekitar mobil komando. Pada saat bersamaan, polisi memasang pagar besi di kedua ruas jalan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan “Bismillah Ini Adalah Kegelapan” dan “Dengan Nama Tuhan Ini Adalah Kegelapan”. Massa juga menyampaikan orasi secara bergantian.
Adapun tiga tuntutan yang disuarakan dalam Tritura tersebut meliputi pemulihan menyeluruh di sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional.
Mahasiswa juga mendesak pemberantasan inkompetensi di kalangan pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan bagi pejabat publik. Tuntutan ketiga adalah penegakan supremasi sipil.
Hingga jelang petang, aksi masih berlangsung. Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan, baik dari arah Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju Monas maupun sebaliknya, dialihkan.
BERITA TERKAIT: