Sebelum membubarkan diri, massa terlebih dahulu Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan tuntutan. Setelah itu, mahasiswa kembali ke kendaraan masing-masing, mulai dari belasan angkutan kota (angkot), bus, hingga sepeda motor.
Salah seorang koordinator aksi mengarahkan massa untuk kembali ke kampus secara tertib dan tidak berpencar di jalan.
Rombongan angkot dan bus lebih dahulu meninggalkan lokasi. Di belakangnya, ratusan pengendara sepeda motor menyusul dalam konvoi.
Saat melintas menuju Jalan Kebon Sirih, sejumlah mahasiswa mengangkat tiga jari sebagai simbol perlawanan. Aksi tersebut dilakukan di hadapan warga dan pekerja yang berada di sepanjang jalan.
Setelah seluruh massa meninggalkan lokasi, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) langsung membersihkan area bekas demonstrasi.
Tak lama berselang, akses jalan kembali dibuka untuk kendaraan dari kedua arah, baik dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Medan Merdeka Selatan maupun dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan MH Thamrin.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan yang mereka rangkum dalam Tritura. Pertama, pemulihan menyeluruh di sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Kedua, pemberantasan inkompetensi di kalangan pejabat negara serta penghapusan rangkap jabatan bagi pejabat publik. Ketiga, penegakan supremasi sipil.
BERITA TERKAIT: