Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 13 Oktober 2026, 05:57 WIB
Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke
Festival Kali Maro IV di Yonggo Dusun Sirapu, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memamerkan berbagai inovasi produk olahan berbahan dasar sagu dalam ajang Festival Kali Maro IV di Yonggo Dusun Sirapu, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, beberapa waktu lalu. 

Koordinator Lapangan TEP IPB University, Muhamad Husni Tamami, SKPm menuturkan bahwa dalam pesta budaya tersebut, empat tim yang berfokus pada pengembangan sagu memamerkan inovasi pangan dan pakan berbasis potensi lokal, seperti mi sagu, cookies sagu, hingga pemanfaatan ampas sagu menjadi pakan ternak berupa silase.

“Inovasi yang dihadirkan tersebut tidak hanya dirancang sebagai sajian kuliner semata, melainkan juga diarahkan untuk mendorong optimalisasi komoditas sagu agar bernilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat sekitar,” kata Husni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

“Selain mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal, kehadiran olahan ini menjadi langkah nyata dalam meminimalkan limbah produksi sagu melalui pengolahan ampasnya menjadi bahan pakan ternak berkualitas tinggi,” sambung alumnus Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University ini.

Husni menambahkan, pengenalan berbagai inovasi produk sagu ini merupakan wujud komitmen TEP IPB University di Kawasan Transmigrasi Salor bidang sagu dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.

Pria yang akrab disapa MHT itu menyebutkan bahwa partisipasi TEP IPB University di ajang festival budaya tahunan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat lokal untuk mulai mengolah komoditas sagu secara lebih bervariasi dan bernilai jual tinggi.

"Festival Kali Maro ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk menunjukkan bahwa sagu tidak hanya bisa dinikmati secara tradisional, tetapi juga mampu diolah menjadi produk kekinian seperti mi dan cookies yang memiliki daya saing pasar, sekaligus memanfaatkan ampasnya menjadi silase agar tidak ada bahan yang terbuang," tuturnya.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi saat mendatangi stan pameran TEP IPB University untuk mencicipi langsung hasil olahan pangan lokal tersebut. Bahkan, beberapa produk yang dipamerkan laris terjual.

“Produk yang kami pamerkan di Festival Kali Maro merupakan hasil pelatihan bersama masyarakat lokal. Kami berharap produk berbahan tepung Sagu Dwitrap ini terus diproduksi secara berkelanjutan oleh masyarakat yang kami dampingi, terutama di Kampung Tambat,” ujar dia.

Sebagai informasi, terdapat empat TEP IPB University di Kawasan Transmigrasi Salor yang berfokus pada pengembangan sagu. Tim pertama terkait tata kelola budi daya dan limbah sagu di Kampung Tambat. Tim kedua mengenai peningkatan standar produksi, produk turunan, serta perizinan untuk Kelompok Tani Dwitrap. 

Fokus tim ketiga terhadap pemberdayaan sumber daya manusia dan pengenalan mesin pengolah sagu. Adapun tim keempat tentang pemetaan bisnis dan strategi pemasaran produk sagu. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA