“Pertama kita harus memenangkan apa yang dinamakan pemilu legislatif, kenapa? karena dengan itulah sebagai tiket untuk maju di Pilkada 2024," kata Ketua DPW Partai Nasdem DKI, Nurcahyo Anggorojati, seperti dikutip redaksi lewat website resmi Nasdem DKI, Jumat (30/12).
"Tanpa itu kita belum bisa berbicara tiket 2024, artinya kita bicara kemenangan di pemilu 2024 dulu, itulah yang harus di kita fokuskan,†sambung Nurcahyo.
Dia menambahkan, Nasdem DKI Jakarta tak mau prematur menyebut nama untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Meski begitu, dirinya tak menampik jika Nasdem melirik sejumlah tokoh yang disiapkan untuk Pilkada 2024.
Lebih lanjut Nurcahyo menyebut setidaknya sudah ada dua nama kadernya yang banyak digadang bakal maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 mendatang.
“Kalau dari internal tentu kita sudah sama-sama tahu kan ada banyak yang menyuarakan crazy rich Tanjung Priok pak Ahmad Sahroni, ini kan dinamika di internal kita. Kemudian ada ketua Fraksi DPRD DKI kakak Wibi Andrino juga kan disuarakan. Kemudian yang lain-lain banyak, sebenarnya banyak tapi kita
one step at the time tadi berfikir supaya enggak secara parsial,†ujarnya.
Merujuk UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota (UU Pilkada) Pasal 40, setiap partai politik atau gabungan bisa mendaftarkan gubernur, bupati, dan walikota dengan persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen.
BERITA TERKAIT: