Ketua Komisi V DPR Aceh, M. Rizal Falevi Kirani mengatakan, menggandeng ulama menjadi satu hal yang bisa dilakukan supaya masyarakat lebih yakin terhadap vaksin tersebut.
"Saya pikir dalam tahap sosialisasi ini pemerintah Aceh penting menggandeng ulama. Supaya masyarakat lebih yakin dan percaya terhadap vaksin tersebut," kata Falevi Kirani kepada
Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (5/1).
Falevi mengatakan, peran ulama di Aceh sangat penting dalam menyukseskan agenda vaksinasi dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19.
Menurutnya, peran stakeholder, salah satunya ulama dan pimpinan dayah serta pihak-pihak lain yang berkompeten di Aceh, harus menyampaikan itu secara terang benderang kepada publik.
"Apakah vaksin itu halal, inikan perlu koordinasi yang intensif dari MPU kita di Aceh. Ini harus ada fatwa dari mereka biar tidak muncul lagi nanti hoax yang berkembang di masyarakat," ujarnya.
Politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) menilai, pemerintah harus memastikan status kehalalan vaksin tersebut sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Tak hanya keamanan, efektivitas dan keamanan terhadap penerima vaksin ini juga harus diuji dan dipastikan.
"Itu yang harus disampaikan sebelum vaksin itu digunakan. Sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah Aceh itu harus masif, terstruktur dan sistematis," jelasnya.
Keterlibatan berbagai pihak yang berkompeten, kata Falevi, mampu menguatkan rasa kepercayaan masyarakat Aceh terhadap vaksinasi Covid-19, seperti bagaimana proses kerja vaksin dan pemahaman terhadap efek samping yang akan dialami penerima vaksin.
BERITA TERKAIT: