Kabar itu dibenarkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.
"Betul, setelah melakukan
tracing dan swab, kami kembali menemukan 13 karyawan PT Changsin yang positif Covid-19," ujar anggota Tim Gugus Tugas yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani, Sabtu (19/12).
Namun, dari hasil
tracing yang sudah dilakukan, Tim Gugus Tugas belum bisa menyimpulkan sumber penyebaran virus mematikan itu.
"Yang terpapar di Changsin ini sudah diisolasi, nah di pabrik ini belum diketahui penularan dari mana," ungkap Leli, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Guna mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut baru melakukan penyemprotan disinfektan serta menseterilkan lingkungan pabrik.
Namun demikian, meski sudah ada 53 karyawan yang dinyatakan positif Covid-19, pabrik itu masih beroperasi. Hal ini jelas membuat kondisi 10 ribu orang yang tiap hari bekerja terancam terpapar virus corona.
Di Kabupaten Garut sendiri penularan Covid-19 tiap hari rata-rata mencapai 100 orang dari berbagai kalangan.
Mengingat masih tingginya tingkat penyebaran virus Covid-19, dr Leli kembali mengimbau agar masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, baik menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak (3M).
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi Covid-19 ini dengan memperketat protokol kesehatan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: