Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar aparat tidak terprovokasi bila ada tindakan anarkistis saat aksi demo penolakan UU Cipta Kerja.
Dia juga mengimbau agar pihak Kepolisian yang bertugas tetap mengedepankan penanganan humanis dalam mengamankan aksi demo tersebut.
"Harapan kami aparat tidak terprovokasi karena di setiap aksi demo biasanya ada saja yang menyusup, yang ditunggangi atau ada yang emosi daripada aksi-aksi unjuk rasa," kata Riza saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (13/10).
Sebelumnya, bentrokan antara massa dengan aparat Kepolisian juga tak terhindarkan pada unjuk rasa yang dilakukan Kamis lalu (8/10).
Akibatnya sejumlah fasilitas publik di DKI Jakarta rusak karena ulah massa yang anarkis saat unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.
Setidaknya ada 46 halte Transjakarta menjadi bulan-bulanan massa aksi yang melakukan penjarahan dan pembakaran. Diperkirakan total kerugian mencapai Rp 65 milliar.
BERITA TERKAIT: