Selama PSBB Proporsional, Pusat Perbelanjaan Di Kota Bandung Dilarang Beroperasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/angga-ulung-tranggana-1'>ANGGA ULUNG TRANGGANA</a>
LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Selasa, 09 Juni 2020, 14:56 WIB
Selama PSBB Proporsional, Pusat Perbelanjaan Di Kota Bandung Dilarang Beroperasi
Persiapan protokol kesehatan di salah satu mall di Bandung/RMOLJabar
rmol news logo Setelah dilakukan simulasi pembukaan di 23 pusat perbelanjaan atau mal, Pemkot Bandung masih belum memperbolehkan mal untuk mulai beroperasi di masa di masa PSBB Proporsional.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJabar, Walikota Bandung Oded M. Dahnial mengatakan mall di Kota Bandung masih dilarang beroperasi. Pemkot Bandung kata Dahnial masih dalam tahap mensosialisasikan kesiapan menyambut kenormalan baru (new normal) masa pandemik virus corona baru (Covid-19).

“Mal sampai hari ini belum (boleh buka), baru melakukan sosialisasi kepada mereka untuk dipastikan punya kesiapan apabila nanti ke depan ada relaksasi,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (9/6) seperti dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurut Oded, PSBB Proposional masih berjalan sedangkan evaluasi akan dilakukan di akhir pelaksanaan yakni, 12 Juni mendatang. Termasuk evaluasi dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

Meski begitu, kata Oded, berdasarkan pengawasan sebanyak 23 mal sudah mempersiapkan standar protokol kesehatan jelang bergulirnya adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Ditegaskan dia, apabila tenant tidak mematuhi protokol kesehatan, maka tenant akan ditutup dan jika manajemen melanggar maka mall akan ditutup sementara.

Oded mengatakan berdasarkan ahli epidemologi, relaksasi belum bisa dilaksanakan karena angka positif Covid-19 masih menunjukan peningkatan. Relaksasi bisa dilakukan jika angka reproduksi dibawah satu selama 14 hari.

Selain itu dikatakan Oded, Dinas Kesehatan Kota Bandung terus melakukam tes masif dan agresif kepada kelompok rentan berisiko tinggi seperti pedagang pasar, ojek online dan tenaga kesehatan. Sejak penyebaran Covid-19 terjadi pihaknya sudah melakukan 11 ribu rapid tes.

“Pengetesan akan dilakukan sampai vaksin ditemukan. Kita belum aman sampai vaksin ditemukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Oded pun mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan beristirahat dengan cukup, olahraga dan makan teratur.

“Disiplin dan waspada, adaptasi kebiasaan baru bukan berarti lengah. Kita berupata menghadirkan sebuah kebiasaan yang bisa menangkal covid-19,” tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA