Gerindra: Meski Berat, Khofifah Harus Berani Usulkan PSBB Diterapkan Di Jatim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/angga-ulung-tranggana-1'>ANGGA ULUNG TRANGGANA</a>
LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Senin, 13 April 2020, 03:39 WIB
Gerindra: Meski Berat, Khofifah Harus Berani Usulkan PSBB Diterapkan Di Jatim
Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad/RMOL
rmol news logo Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad berharap agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengusulkan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) untuk meminimalisir penularan wabah Coronavirus Disease (Covid-19).

Menurut Sadad, kebijakan PSBB itu perlu diambil, mengingat penularan Covid-19 sudah meluas dan terjadi transmisi lokal di Jatim.

“Jika perlu harus berani mengusulkan PSBB,” kata Anwar Sadad, Minggu (12/4), seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jatim.

Menurut Sadad, Gubernur Khofifah harus mengambil langkah intervensi yang ekstrem, mengingat angka kematian akibat wabah Covid-19 di Jatim cukup tinggi. Politisi Gerindra itu khawatir, jika kebijakan PSBB terlambat diambil, Pemprov Jatim akan kesulitan untuk menanggulangi Covid-19 dan menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.

“Mortality mendekati 8 persen itu tergolong tinggi,” kata Sekretaris DPD Gerindra Jatim itu.

Sadad menyadari, Gubernur Khofifah menghadapi dilema besar jika kebijakan PSBB itu diberlakukan. Pasalnya, risiko sosial ekonomi yang ditanggung oleh masyarakat cukup besar, sehingga Pemprov Jatim harus melakukan intervensi dengan menggelontorkan bantuan sosial kepada masyarakat miskin.

“Dari awal penanganan Covid-19 ini selalu bertumpu pada risiko sosial ekonomi. Pertimbangan risiko sosial ekonomi yang ‘menghalangi’ Pemerintah untuk mengambil langkah drastis penyelematan,” tambahnya.

“PSBB itu pilihan yang berat. Akan tetapi untuk menyelamatkan warga, Gubernur harus berani mengambil risiko yang paling pahit sekalipun,” pungkasnya.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada 119 pasien positif Covid-19 baru di Jawa Timur pada Minggu (12/4). Jika kemarin pasien berada di angka 267 maka saat ini mencapai 386 orang. Sementara itu, untuk pasien PDP kita berada pada angka 1383 orang dan pasien ODP dari 13.658 menjadi 14.092 orang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ada 4 yang terkonfirmasi negatif atau sembuh. Jadi hingga hari ini total yang sembuh sudah 69 orang atau setara 17,88 persen. Namun ada juga 3 pasien Covid-19 yang meninggal, hingga total meninggal di Jatim ada 29 orang atau setara 7,51 persen.

Dari 119 tambahan pasien positif yang paling banyak adalah Kota Surabaya sebesar 83 orang, kemudian Kabupaten Sidoarjo dan Lamongan masing-masing 10 orang dan sisanya kabupaten kota lain.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA