WNA yang sudah 5 tahun tinggal di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, mulai mengalami sakit setelah kembali ke Indonesia usai pulang ke negara asalnya untuk mengurus administrasi.
Direktur RSUD Lembang, Eisen Hower Sitanggang menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima satu pasien WNA yang mengalami masalah sakit di tenggorokan. Pasien tersebut merupakan warga negara berkebangsaan Taiwan yang telah menetap di Lembang selama 5 tahun terakhir.
Usai pulang ke negaranya untuk mengurus administrasi dan kembali ke Indonesia, pasien tersebut mengali mengalami sakit saat menelan.
Karena itulah, melihat riwayat perjalanan tersebut, pihak RSUD Lembang langsung melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Rotinsulu yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai rumah sakit rujukan terkait masalah virus corona di Jawa Barat, hingga kemudian menetapkan WNA Taiwan ini sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“PDP baru satu. Kemarin ada warga negara Taiwan tinggal di Lembang lima tahun tapi tidak demam hanya nyeri menelan. Kami telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Rotinsulu dan ini kategori PDP,†terang Eisen saat ditemui di RSUD Lembang, Senin (9/3).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RS Rotinsulu, dia memaparkan, pasien tersebut kini menjalani masa isolasi selama 14 hari.
“Namun diisolasi di rumah. Nanti hari ke-14 kita pemeriksaan
swab dan setelah itu kita analisis,†bebernya.
Selain berkoordinasi dengan RS Rotinsulu, pihaknya pun telah berkomunikasi dengan Puskesmas di sekitar tempat tinggal pasien untuk mencegah adanya interaksi pasien dengan banyak orang. “Intinya kita meminimalisir kontak (pasien terkait) dengan banyak orang,†tegasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Kendati WNA Taiwan tersebut masuk kategori PDP, Eisen Hower mengatakan, kondisi pasien cukup baik. Hanya terjadi masalah sakit menelan yang tidak disertai demam maupun ciri-ciri awal terinfeksi virus corona lainnya.
“Hari ini mungkin hari ke-10 dan saat ini kondisinya baik hanya nyeri menelan. Tidak ada demam, batuk tidak ada, sesak napas pun tidak ada. Tapi karena dia dari arah sana (Taiwan) maka (dikategorikan) PDP. Memang kecil kemungkinan (terinfeksi) tapi kita nggak boleh lengah juga,†tegasnya.
Sehubungan dengan masih intensifnya penyebaran virus corona, Eisen Hower menyampaikan, pihak RSUD Lembang mempunyai Prosedur Tetap (Protap), dokter jaga, serta memberlakukan sistem triase gawat darurat medis yang siap men-screening penyakit biasa maupun indikasi virus yang saat ini menjadi kekhawatiran masyarakat di seluruh penjuru dunia.
“Tentu saja ada SOP yang berlaku bagi semua tenaga kesehatan maupun para medis. Jadi tidak perlu terlalu khawatir jika ada yang mengarah ke sana kita akan minimalisir kontak dengan pasien berikutnya,†demikian Eisen Hower.
BERITA TERKAIT: