Begini Cara Apotek Di Merauke Cegah Penimbunan Masker

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 08 Maret 2020, 05:53 WIB
Begini Cara Apotek Di Merauke Cegah Penimbunan Masker
Imbauan di etalase Apotek Shan Farma Merauke/RMOLPapua
rmol news logo Wabah virus corona yang mulai masuk ke Indonesia memberi banyak dampak dalam berbagai sektor kehidupan manusia. Khususnya memicu kepanikan warga hingga membuat harga masker melambung sangat tinggi.

Tak sekadar melambung harganya, masker pun kini sudah jadi barang langka di pasaran. Dari mulai Aceh hingga Papua, sangat sulit untuk mendapatkan masker.

Kondisi ini disikapi dengan positif oleh pemilik Apotek Shan Farma, apoteker Irshan. Dia mengatakan, apoteknya sampai saat ini masih memiliki cukup stop masker untuk dijual ke masyarakat dengan harga normal.

Namun karena fenomena kelangkaan yang ada saat ini, pihaknya memilih untuk tidak menjual masker dalam skala yang besar.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan dan mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Pasalnya masih banyak orang lain yang benar-benar membutuhkan masker untuk kesehatan.

“Sejauh ini di tempat kami masih memiliki cukup stok masker untuk dijual kepada masyarakat. Namun tetap dilakukan pembatasan dengan tidak menjual masker dalam jumlah besar, mengingat kami menjual dengan harga normal," terang Irshan, kepada Kantor Berita RMOLPapua, Sabtu (7/3).

"Dikhawatirkan akan ada oknum yang menimbun dan menjual dengan harga mahal. Padahal kan kasihan masih banyak orang lain yang lebih membutuhkan masker untuk alasan kesehatan,” ucap pria yang baru saja terpilih mewakili Provinsi Papua sebagai Pengurus Pusat Apoteker Tanggap Bencana ini.

Selanjutnya, Irshan juga berharap agar tidak ada oknum yang berusaha menimbun masker untuk menciptakan situasi kelangkaan dan kemudian di jual dengan harga yang tinggi. Irshan justru lebih mempertimbangkan nilai kemanusiaan daripada keuntungan ekonomi sesaat.

“Saya berharap agar tidak ada oknum yang berusaha menimbun masker untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Sebaiknya kita lebih mengutamakan nilai sisi kemanusiannya dari pada sisi ekonomi,” pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA