“Kunjungan Pangeran Nikolay Alexandrovich ke Hindia Belanda yang terjadi pada 1891. Putera Mahkota begitu kagum saat menginjakkan kaki di negeri Indonesia, dan terpesona pada bunyi gamelan,†katanya, dalam acara Pameran Lukisan Untaian Katulistiwa dan Pameran Arsip Sejarah, di Galeri Nasional, Jakarta, Senin 3/2).
Lalu ia juga mengisahkan Kunjungan PM Nikita Kruschev ke Indonesia pada 1960 dan lainnya.
Ia mengatakan foto dan arsip tersebut ia pelajari dan bersumber dari koleksi Dokumenter Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, Departemen Sejarah, serta Arsip Nasonal Republik Indonesia (ANRI).
Sementara lukisan yang dipamerkan adalah hasil ekspedisi para seniman selama rentang 20 tahun terakhir.
“Lukisan ini adalah kaleidoskop perjalanan seniman Rusia. Dalam merekam kecantikan alam dan masyarakat di pulau-pulau yang ada di Indonesia,†katanya sambil mengakat kedua tangannya penuh semangat.
Ia mengatakan kekaguman besar atas Indonesia akan terus dituangkan olehnya dan seniman Rusia lainnya ke dalam karya lukis.
Nicolaevich juga mengajak tamu yang hadir berkeliling Museum Galeri Nasional, menikmati suguhan 50 lukisan dan foto dokumentasi dalam rangkaian acara Untaian Katulistiwa, menandai 70 Tahun hubungan Indonesia �" Rusia.
“Di sini ada dokumen berbagai korespondensi Kementerian Luar Negeri Uni Soviet dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia tentang pengakuan Uni Soviet terhadap kedaulatan Republik Indonesia pada 3 Februari 1950, pada masa Presiden Soekarno,†ujarnya di depan para pejabat, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Federasi Rusia, serta tamu yang hadir.
Pameran yang menandai 70 tahun hubungan Indonesia-Rusia ini juga dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Ludmila Varobieva, Plt Direktur Jenderal Amerop, Plt Kepala ANRI M Taufik serta Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.
Pameran akan berlangsung hingga 17 Februari 2020.