Salah satu tokoh yang mendapatkan penghargaan dari lembaga yang konsen dibidang pendidikan dan kepemudaan ini adalah Asrorun Ni'am, Deputi II Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Mendapatkan penghargaan ini Asrorun Ni’am mengucapkan banyak terima kasih, dan berharap agar anak-anak muda terus mengembangkan diri menjadi pemuda yang cerdas dan bermanfaat bagi sekitarnya.
"
Alhamdulillah, di penghujung 2018 saya memperoleh anugerah penghargaan Youth Achievement Award Tahun 2018 sebagai Tokoh Inovatif dan Konsisten dalam Pengembangan Generasi Muda," ucap Asrorun Ni’am Sholeh.
Adapun penerima penghargaan lainnya, yaitu Veve Zulfikar sebagai Tokoh Muda Inspiratif Bidang Industri Kreatif (musik Islam salawat menggunakan media sosial), Risa Maharani sebagai Tokoh Santri Kreatif (jadi designer muda go international), Wali Band sebagai Group Band yang mempunyai Kepedulian Sosial dan Keagamaan melalui Wali Care Foundation dengan program unggulan renovasi seratus musola, dan Slamet Tohari sebagai Tokoh inspiratif penggerak pendidikan inklusi bagi difable.
Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai penghormatan, pengakuan, serta motivasi dan pendorong untuk terus mengabdi tiada henti bagi pengembangan potensi generasi muda Indonesia sesuai minat dan bakatnya, mengoptimalkan jiwa kepemimpinan, kepeloporan, dan kewirausahaan kaum muda.
"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga di tahun 2019 akan lebih baik dari tahun 2018," imbuhnya
Co-Founder IYF, Muhammad A. Idris berharap Youth Achievement Award 2018 menginspirasi semua pihak, khususnya anak muda agar selalu berkarya dan memberikan nilai lebih pada lingkungannya.
Sementara itu, Selamet Thahari turut bahagia karena perjuangan dan dedikasi terhadap pendidikan inklusi bagi difabel mendapat perhatian semua pihak.
"Masih banyak yang diperjuangkan untuk kepentingan fasilitas difabel, khususnya pendidikan. Semoga saja saya dan rekan-rekan istiqomah," ujar Selamet.
Melalui video testimoni, Wali Band juga turut bahagia dan berharap kedepannya bisa menjadi bagian untuk berperan nyata bagi kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Ustaz Zulfikar menutup acara dengan mahalul qiyam, seribu lebih jemaah larut dalam munajat untuk Indonesia. Setiap dai yang tampil selalu memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia.
[ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: