Akibatnya, sekitar 560 narapidana melarikan diri setelah gempa terjadi yang mengakibatkan listrik padam dan tembok roboh.
Kondisi ini ditambah dengan jumlah petugas yang sedikit karena sibuk menyelamatkan diri saat gempa dan tsunami terjadi.
"Jangankan jaga napi. Diri sendiri saja sibuk selamatkan diri," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Palu, Adhi Yan Ricoh.
Adhi menerangkan, pihaknya belum berpikir untuk mengejar para narapidana ini. Sebab, aparat kepolisian masih berfokus pada pencarian korban gempa di Sulawesi Tengah.
Adhi mengatakan bangunan Lapas mengalami kerusakan parah akibat diguncang gempa dengan magnitudo 7,7 skala Richter.
[jto]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.