Sandi Bujuk Ojol Tidak Demo Saat Pembukaan Asian Games

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 25 Juli 2018, 18:20 WIB
Sandi Bujuk Ojol Tidak Demo Saat Pembukaan Asian Games
Foto/RMOL
rmol news logo Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tak ingin gelaran olahraga akbar Asian Games 2018 tercoreng, karena adanya isu demonstrasi besar-besaran pengemudi ojek daring atau online saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 mendatang.

Adapun cara Pemprov DKI Jakarta untuk meredam rencana aksi itu, yakni mengajak pengelola dan perwakilan ojek online untuk mendiskusikan hal tersebut.

"Kami sudah melakukan terobosan dengan mengajak pengelola dan juga perwakilan dari pengemudi ojek online untuk berkoordinasi. Karena betul, kita tidak ingin perhelatan akbar ini tercoreng dengan demonstrasi atau unjuk rasa dari para pengemudi ojek online," kata Sandi di Komplek Komplek DPR, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

Sandi mengatakan, rencana demonstrasi besar-besran digelar saat pembukaan Asian Games tidak tepat. Untuk itu, ia mengusulkan agar rencana menyampaikan pendapat di muka umum itu agar diundur setelah Asian Games 2018 berlangsung.

"Timing-nya tidak tepat. Saya bilang kalau mau setelah Asian Para Games. Karena ini wajah Indonesia. Betul yang tadi disampaikan bahwa kesuksesan ini bukan hanya kesuksesan Pak Jokowi, kesuksesan Pak Menpora, atau Komisi X DPR RI. Tapi ini kesuksesan semua. Jadi kita harus gunakan kesempatan ini bersatu," paparnya.

Diketahui, sebelumnya driver ojek daring berencana melancarkan aksi demo bertepatan saat hari pembukaan Asian Games 2018, Sabtu 18 Agustus 2018. Aksi demo itu dilakukan jika sampai pad 18 Agustus 2018 tarif ojek daring belum dinaikkan oleh pengelolanya.

Gerakan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) mengatakan aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang telah dilakukan pada 23 November 2017, 27 Maret 2018 dan 23 April 2018.

Adapun permintaan yang dituntut para driver ojek online adalah: Tarif ojek online kembali di harga Rp 3.000/km. Saat ini tarif dinyatakan Rp 1.200-1.600/km kemudian mereka juga meminta pemerintah secepatnya menerbitkan payung hukum ojek online. [fiq]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA