Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan,
money politic bisa membuat masyarakat takut untuk hadir dalam kampanye Pilkada.
"Saya datang ke sini kok tidak banyak yang hadir. Ternyata warga khawatir, soalnya sebelumnya ada kasus
money politic yang diproses secara hukum,†kata Kang Uu saat berkampanye di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan (Minggu, 20/5).
Belum lama ini, ada pelaku politik uang divonis tiga tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Kuningan. Dia terbukti memberikan uang kepada warga saat kampanye salah satu calon bupati, di Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.
KH. Amung, tokoh masyarakat Desa Darma mengakui bahwa warga di desanya trauma atas peritiswa tersebut.
"Masyarakat takut peristiwa bagi-bagi duit itu terulang di desanya, sehingga kampanye Kang Uu di Desa kami tak banyak dihadiri oleh masyarakat. Padahal, maksud kedatangan Kang Uu ke sini untuk menyampaikan visi, misi dan programnya," jelasnya.
Kang Uu sangat prihatin dengan demokratisasi Pilkada yang tercoreng oleh
money politic. Pasangan Ridwan Kamil ini menjelaskan, setiap paslon harus memiliki kedewasaan dalam berpolitik.
"
Money politic yang terjadi di desa Darma telah mencederai demokratisasi dan menimbulkan trauma di masyarakat," jelasnya.
Kang Uu menegaskan, paslon dan tim suksesnya seharusnya mengedukasi masyarakat, mendekati calon pemilih dengan silahturahmi, dialog, sampaikan visi misi, dan program, agar terjalin hubungan emosional antara paslon dan calon pemilih.
"Mendekati calon pemilih tidak harus dengan uang. Saya berharap kasus ini tidak terulang lagi,†kata Kang Uu.
"Jadikan Pilkada ini sebagai ajang adu gagasan dan ide kreatif dan inovatif. Mereka yang mampu memberikan gagasan yang solutif bagi masalah rakyat, maka dialah yang layak dipilih,†sambung cucu KH. Choer Affandi, pendiri Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya ini.
[wid]
BERITA TERKAIT: